Zelensky Tolak Rencana Damai AS, Putin Balas dengan Ancaman

- Minggu, 23 November 2025 | 08:15 WIB
Zelensky Tolak Rencana Damai AS, Putin Balas dengan Ancaman
Update Konflik Ukraina-Rusia

Volodymyr Zelensky dengan tegas menolak rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat. Penolakan ini tak lama kemudian dibalas dengan ancaman dari Vladimir Putin.

Dalam pidatonya pada Jumat (21/11), pemimpin Ukraina itu awalnya terlihat terbuka untuk berdiskusi. Namun, belakangan sikapnya berubah. Dia merasa proposal yang didukung Trump itu justru menjebak Kyiv dalam situasi yang serba sulit.

“Ini pilihan yang sangat berat,” ujarnya.

Zelensky merasa Ukraina dipaksa memilih antara kehilangan martabatnya atau dukungan dari sekutu utama, AS. Karena itu, dia berjanji akan mengajukan alternatif lain.

Komitmen Zelensky: Tak Akan Khianati Rakyat

Rencana perdamaian itu terdiri dari 28 poin. Zelensky menegaskan, dia tak akan mengkhianati negaranya dengan menyetujui isinya, yang dinilai terlalu menguntungkan Rusia.

Beberapa poin krusial di dalamnya meminta Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timur, memangkas jumlah tentara, serta berjanji tidak bergabung dengan NATO. Selain itu, Kyiv juga tak akan mendapat pasukan penjaga perdamaian dari Barat seperti yang diharapkan.

Di sisi lain, Rusia justru diuntungkan. Mereka akan diterima kembali ke G8 dan mendapat keringanan sanksi. Meski begitu, sanksi bisa dikembalikan jika Moskow menginvasi Ukraina lagi.

Putin mengungkapkan, Rusia sebelumnya telah membahas proposal perdamaian dari Trump sebelum pertemuan Alaska Agustus lalu. Menurutnya, Moskow sudah melakukan beberapa kompromi sesuai permintaan Washington.

“Sayangnya, pemerintah AS gagal mendapat persetujuan dari Ukraina. Mereka menentangnya,” kata Putin.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar