Rencana perdamaian itu terdiri dari 28 poin. Zelensky menegaskan, dia tak akan mengkhianati negaranya dengan menyetujui isinya, yang dinilai terlalu menguntungkan Rusia.
Beberapa poin krusial di dalamnya meminta Ukraina menyerahkan sebagian wilayah timur, memangkas jumlah tentara, serta berjanji tidak bergabung dengan NATO. Selain itu, Kyiv juga tak akan mendapat pasukan penjaga perdamaian dari Barat seperti yang diharapkan.
Di sisi lain, Rusia justru diuntungkan. Mereka akan diterima kembali ke G8 dan mendapat keringanan sanksi. Meski begitu, sanksi bisa dikembalikan jika Moskow menginvasi Ukraina lagi.
Putin mengungkapkan, Rusia sebelumnya telah membahas proposal perdamaian dari Trump sebelum pertemuan Alaska Agustus lalu. Menurutnya, Moskow sudah melakukan beberapa kompromi sesuai permintaan Washington.
“Sayangnya, pemerintah AS gagal mendapat persetujuan dari Ukraina. Mereka menentangnya,” kata Putin.
Artikel Terkait
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara
Makanan Bergizi untuk Balita Viral, Cuma Dibungkus Kantong Kresek