Laporta Ungkap Alasan Keuangan di Balik Kepergian Messi dari Barcelona

- Rabu, 25 Februari 2026 | 15:30 WIB
Laporta Ungkap Alasan Keuangan di Balik Kepergian Messi dari Barcelona

Jakarta - Musim panas 2021 benar-benar menghantam. Bagi Barcelona dan para penggemarnya, itu adalah periode yang menyakitkan. Joan Laporta, sang presiden, berada di pusat badai ketika Lionel Messi ikon klub itu sendiri akhirnya memutuskan untuk pergi. Negosiasi kontrak baru mentok, dan kabar kepergiannya mengguncang dunia sepakbola.

Bukan cuma suporter yang terpukul. Manajemen klub pun merasakan luka yang dalam. Di balik semua itu, kondisi keuangan Barcelona yang sedang berantakan disebut-sebut sebagai biang kerok utama. Klub seakan tak punya daya untuk mempertahankan sang legenda hidup.

Setelah sekian lama, Laporta akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkap sisi lain dari keputusan yang terpaksa diambil. Secara teknis, kontrak baru sebenarnya masih mungkin. Tapi, risikonya? Terlalu besar. Terlalu membahayakan untuk masa depan klub.

“Kami tidak mau menandatangani CVC hanya agar bisa mendaftarkannya. Kami anggap itu merugikan klub. Barcelona harus di atas segalanya, di atas pemain, direktur, atau bahkan presiden. Kami tak bisa melakukannya,” ujar Laporta.

Suaranya terdengar berat saat mengakui, “Ini momen paling menyedihkan bagi saya sebagai presiden. Sama mengecewakannya dengan kepergian Koeman, Xavi, atau Piqué. Ini masa-masa sulit, tapi kami terpaksa tak bisa menerima tawaran itu. Nilai kontrak perpanjangannya terlalu besar. Itulah mengapa dia tak bisa bertahan.”

Bagi Laporta, semua ini demi stabilitas Barcelona jangka panjang. Klub harus jadi prioritas utama, meski konsekuensinya adalah melepas pemain terhebat sepanjang sejarah mereka. Pilihan yang pahit, tapi dianggap perlu.

“Saya mencintai dan menghargai Messi, sama seperti pemain lain yang saya kenal sejak awal. Kami sangat berterima kasih pada mereka semua. Tapi Barcelona juga sudah banyak berbuat. Pada akhirnya, ini mustahil. Leo pun tak bisa melanjutkan kariernya di sini,” katanya lagi.

Di sisi lain, Laporta juga menyentuh hubungan pribadinya dengan Messi. Rupanya, ikatan itu belum pulih sepenuhnya pasca-kepergian sang bintang.

“Hubungan kami tidak seperti dulu lagi. Pernah ada insiden di acara Ballon d'Or, waktu saya mendekat untuk menyapanya dan dia menganggap kami tak perlu saling sapa. Sejak itu, ada beberapa upaya untuk memperbaiki segalanya. Kami berharap bisa kembali baik di masa depan,” sambungnya.

“Memang rusak, tapi dia tetaplah legenda Barcelona.”

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar