Volodymyr Zelensky dengan tegas menolak rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat. Penolakan ini tak lama kemudian dibalas dengan ancaman dari Vladimir Putin.
Dalam pidatonya pada Jumat (21/11), pemimpin Ukraina itu awalnya terlihat terbuka untuk berdiskusi. Namun, belakangan sikapnya berubah. Dia merasa proposal yang didukung Trump itu justru menjebak Kyiv dalam situasi yang serba sulit.
“Ini pilihan yang sangat berat,” ujarnya.
Zelensky merasa Ukraina dipaksa memilih antara kehilangan martabatnya atau dukungan dari sekutu utama, AS. Karena itu, dia berjanji akan mengajukan alternatif lain.
Artikel Terkait
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital