Anggito Abimanyu, yang kini memegang tampuk pimpinan di Dewan Komisioner LPS, baru-baru ini membeberkan arah kebijakannya ke depan. Visinya cukup jelas: menjaga stabilitas sistem keuangan tetap jadi prioritas utama. Tapi itu bukan satu-satunya.
Di sisi lain, fungsi utama LPS sebagai penjamin simpanan juga akan diperkuat. "Kami akan terus mendorong kepercayaan publik," ujar Anggito.
Ia menjelaskan, salah satu caranya adalah dengan terus mengedukasi masyarakat soal jaminan simpanan hingga dua miliar rupiah per nasabah. Sosialisasi ini dianggap krusial.
Namun begitu, tantangannya tak cuma di situ. Maraknya investasi bodong dan ancaman keamanan siber juga jadi perhatian serius. LPS, menurutnya, tak bisa diam. Mereka berkomitmen untuk ikut menguatkan pertahanan di ranah digital ini.
Lalu ada lagi soal inklusi keuangan. Upaya memperluas akses, agar semakin banyak orang yang punya dan pakai rekening bank dengan aman, akan digenjot. Ini semua bagian dari langkah strategis yang terintegrasi bukan pekerjaan mudah, tapi harus dilakukan.
Pada akhirnya, Anggito berharap seluruh langkah ini tak hanya menjaga sistem, tapi juga meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara nyata. Itu tujuan besarnya.
Artikel Terkait
Polisi Tunggu Hasil Puslabfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Pemprov Lampung Luncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan hingga Agustus 2026
Mendikti: Kekerasan Seksual di Kampus Bergeser ke Ranah Digital, 787 Aduan Masuk Sepanjang 2026
JPU Sorot Inkonsistensi Klaim Nadiem soal Keuntungan Negara dalam Kasus Korupsi Chromebook