Mutiara dari Timur: Bahlil Lahadalia Tersipu Saat Dijuluki Kolega di Acara Natal Nasional

- Selasa, 06 Januari 2026 | 23:50 WIB
Mutiara dari Timur: Bahlil Lahadalia Tersipu Saat Dijuluki Kolega di Acara Natal Nasional

Sebuah momen spontan di acara Natal Nasional tiba-tiba jadi perbincangan hangat. Sosoknya adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang terlihat begitu sumringah setelah mendapat julukan spesial dari seorang koleganya.

Acara itu sendiri berlangsung formal. Hingga kemudian, giliran Menteri PPN/Kepala Bappenas Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara menyapa para tamu. Suasana berubah saat perhatiannya tertuju pada Bahlil.

“Kemudian hadir Bapak Menteri Sosial, Gus Ipul,” ujar Ara, sebelum kemudian menyambung dengan kalimat yang bikin riuh.

“Dan ini yang sangat terkenal Pak, mutiara dari Indonesia bagian timur ini. Namanya, Bahlil Lahadalia.”

Sontak saja, Bahlil yang duduk di depan langsung berdiri. Senyumnya lebar sekali, nyaris tak bisa disembunyikan. Ekspresinya polos, seperti anak kecil yang dapat pujian di depan umum. Hadirin pun menyambut dengan tepuk tangan riuh, mencairkan kesan kaku acara pemerintahan.

Tak butuh waktu lama, cuplikan video itu menyebar ke mana-mana. Dari TikTok, Instagram, sampai X, ramai dibagikan. Reaksi netizen beragam. Banyak yang ngakak, melihat kelucuan momen ‘salting’ seorang menteri. Ada juga yang menganggap wajar, siapa sih yang nggak senang dipuji begitu rupa?

Di sisi lain, beberapa orang justru mempertanyakan maksud di balik julukan “mutiara dari timur” itu. Apa maknanya? Tapi, nuansa acara Natal Nasional yang memang lebih hangat dan akrab sepertinya menjadi konteks yang pas. Bisa jadi, itu cuma bentuk keakraban sesama pejabat yang keluar begitu saja.

Terlepas dari semua itu, yang jelas momen itu sudah viral. Ribuan komentar bertebaran, menjadikan senyum lebar Bahlil sebagai salah satu topik ringan yang disorot pekan ini.

Inilah buktinya, hal-hal kecil di ruang rapat negara pun bisa meledak jadi obrolan publik. Cukup satu pujian dan satu senyum tulus, semuanya berubah jadi bahan perbincangan yang seru.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar