Pasar saham kita masih terasa berat di awal pekan ini. IHSG, yang pekan lalu ditutup anjlok 2,19 persen ke level 7.026, diprediksi masih punya potensi untuk melanjutkan koreksinya. Analis melihat area 6.745 hingga 6.849 sebagai zona rentan berikutnya yang mungkin disentuh, seiring dengan tekanan jual yang masih terlihat jelas.
Namun begitu, bukan berarti harapan sudah pupus. Ada secercah optimisme dari sisi analisis teknikal.
Menurut riset MNC Sekuritas yang dirilis Senin (6/4/2026), skenario terbaik justru menunjukkan bahwa fase penurunan (wave A) mungkin sudah berakhir. Jika ini benar, maka IHSG berpeluang untuk berbalik menguat dan menuju kisaran 7.450-7.675.
Nah, untuk pergerakan hari ini, level support perlu diwaspadai di 7.022 dan 6.917. Sementara itu, resistance atau penghalang naik ada di 7.302 dan 7.434.
Lalu, saham apa saja yang jadi perhatian? MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi untuk perdagangan Senin ini.
Pertama, ada IMPC. Saham ini memang terkoreksi 1,75% ke Rp2.240, tapi menariknya volume beli masih ada meski menurun. Analis menduga saham ini sedang dalam wave C dari pola (B). Rekomendasinya Spec Buy di rentang Rp2.130-Rp2.200, dengan target Rp2.430 dan Rp2.580. Kalau jatuh di bawah Rp2.010, sebaiknya cut loss.
Berbeda ceritanya dengan INDY. Saham ini malah menguat 2,4% ke Rp3.410, didorong volume beli yang dominan dan berhasil tembus MA60. Posisinya diperkirakan ada di wave B dari wave (A). Strateginya adalah Buy on Weakness di area Rp3.280-Rp3.390. Targetnya Rp3.550 dan Rp3.710, dengan stoploss di bawah Rp3.220.
Kemudian VKTR. Koreksi 4,91% ke Rp775 memang terlihat curam dan diiringi tekanan jual, tapi untungnya masih ditahan oleh garis MA20. Pergerakannya saat ini diduga sebagai awal dari wave [iii] dari gelombang C. Bisa dipertimbangkan untuk Buy on Weakness di Rp715-Rp765. Target harga Rp860 dan Rp920, dengan batas aman stoploss di bawah Rp685.
Terakhir, WIFI. Saham ini terpukul cukup dalam dengan penurunan 5,75% ke Rp2.130 dan tekanan jualnya sampai menembus MA20. Posisinya diperkirakan sedang dalam wave C. Untuk yang berani ambil risiko, Spec Buy di kisaran Rp2.040-Rp2.120 bisa jadi opsi. Targetnya lebih tinggi, di Rp2.420 dan Rp2.700, asalkan tidak break di bawah level stoploss Rp1.975.
Semua pergerakan ini tentu perlu diawasi ketat. Pasar memang lagi tidak pasti, tapi di balik koreksi selalu ada peluang bagi yang jeli.
Artikel Terkait
BPII Investasi Rp150 Miliar di Perusahaan Induk Properti, Kuasai 19,3% Saham
Proyek LNG CGAS di Karawang Terancam Molor, Baru 70 Persen
Harga BBM Nonsubsidi Serentak Naik per Mei 2026, Vivo dan BP Paling Awal Menyesuaikan
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,773 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak