Iran akhirnya memberikan lampu hijau. Kapal-kapal asal Irak kini diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz, jalur laut yang selama ini jadi pusat ketegangan. Keputusan ini muncul di tengah blokade lebih luas yang diberlakukan Teheran di muara Teluk itu.
Juru bicara pemerintah, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan pengumuman resmi melalui siaran televisi negara.
"Kami umumkan bahwa negara saudara kami, Irak, dibebaskan dari segala pembatasan yang kami berlakukan di Selat Hormuz," ujarnya, seperti dilaporkan AFP, Minggu (5/4/2026).
Zolfaghari pun menegaskan posisi Iran. Menurutnya, aturan ketat itu bukan untuk semua orang.
"Dan pembatasan ini hanya berlaku untuk negara-negara musuh," katanya tegas.
Sebenarnya, Irak bukan yang pertama dapat kelonggaran. Beberapa negara lain sudah lebih dulu dapat izin. Kapal tanker Filipina, misalnya, baru-baru ini disebut Manila telah mendapat jaminan dari Teheran untuk lintas dengan aman. Filipina, yang sangat bergantung pada impor minyak, mengaku dapat janji itu di tengah berkecamuknya perang.
Sebelum Filipina, deretan nama seperti Malaysia, Thailand, China, dan India juga tercatat sudah melintas dengan izin Iran.
Nah, situasi di Selat Hormuz sendiri memang lagi panas. Selat sempit ini kan jalur vital untuk pasokan minyak dan gas dunia. Sayangnya, perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran bikin aktivitas di sana terhambat berat. Sejak awal Maret lalu, perlintasan di sana nyaris dibekukan.
Dampaknya langsung terasa global. Biaya pengiriman melonjak, dan harga minyak dunia ikut terdorong naik. Kekacauan di satu selat kecil, goncangan di seluruh pasar energi dunia.
Artikel Terkait
Trump Beri Iran Ultimatum: Serahkan Uranium Diperkaya Tinggi atau Hancurkan
Mauricio Souza Resmi Tinggalkan Persija Jakarta, Manajemen Buka Perburuan Pelatih Baru
Gangguan KRL Duri-Tangerang, Penumpang Pilih Kereta Bandara Demi Hindari Kepadatan Ekstrem
Bupati Pandeglang Lantik Pejabat Tersangka Kecelakaan Maut sebagai Staf Ahli