33 Bank Siapkan Fasilitas Kredit Rp157 Triliun untuk Danantara Indonesia

- Selasa, 26 Mei 2026 | 20:25 WIB
33 Bank Siapkan Fasilitas Kredit Rp157 Triliun untuk Danantara Indonesia

Sebanyak 33 bank telah menyatakan komitmen untuk memberikan fasilitas kredit senilai 10 miliar dolar Amerika Serikat kepada Danantara Indonesia. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, yang menilai langkah tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor dan institusi keuangan terhadap Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Menurut Pandu, kepercayaan atau confidence menjadi faktor utama dalam menarik investasi ke Indonesia, baik dari pemodal baru maupun yang sudah lama beroperasi di dalam negeri. Ia mengakui bahwa skeptisisme sempat tinggi saat Danantara pertama kali dibentuk. Namun, situasi itu berubah seiring waktu.

“Pada saat awal Danantara dibentuk, skepticism sangat tinggi. Tapi sekarang malah orang merasa Danantara sebagai suatu organisasi yang bisa membantu membawa confidence. Contohnya 33 bank berani memberi 10 miliar dolar AS kredit fasilitas,” ujar Pandu saat ditemui di kawasan Senayan, Selasa (26/5/2026).

Di sisi lain, Pandu menekankan bahwa pelaksanaan program pemerintah dan kualitas eksekusi menjadi penentu utama dalam membangun keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Tanpa eksekusi yang baik, kepercayaan yang telah terbangun bisa luntur.

Tidak hanya dukungan dari perbankan, Pandu juga mengungkapkan bahwa tujuh hingga delapan sovereign wealth fund telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Danantara. Total potensi kerja sama dari kemitraan tersebut mendekati angka 30 miliar dolar AS.

Sebagian komitmen investasi itu, menurut Pandu, mulai direalisasikan pada tahun ini. Salah satunya adalah kerja sama dengan Qatar Investment Authority. “Kita sudah close dua deal dengan Qatar Investment Authority,” sambungnya.

Pandu menambahkan, kunci membangun organisasi investasi yang dipercaya investor global terletak pada kualitas sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan atau governance yang kuat. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan investor akan mempertimbangkan kualitas sumber daya manusia dalam sebuah organisasi.

“Nomor satu adalah resepnya find the best talent dan akan memberikan the best governance. Dari sisi governance, habis itu kita tinggal eksekusi,” kata dia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar