Harga Emas Naik 4% Pekan Lalu, Pasar Waspada Jelang Data Ekonomi AS

- Senin, 06 April 2026 | 07:50 WIB
Harga Emas Naik 4% Pekan Lalu, Pasar Waspada Jelang Data Ekonomi AS

Pekan lalu, harga emas dunia ditutup dengan kenaikan cukup signifikan, sekitar 4 persen lebih. Aset safe haven ini bertahan di atas level USD 4.676 per troy ons, sebuah tanda jelas bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih mendorong para investor mencari tempat berlindung yang aman.

Namun begitu, perjalanan emas ke depan nampaknya tak akan mulus. Pasar masih berusaha mencari titik keseimbangan baru di tengah tarik-ulur berbagai sentimen global. Volatilitas, tampaknya, akan jadi menu utama dalam waktu dekat.

Menurut analis Kitco, tekanan sempat muncul Rabu dan Kamis lalu. Emas gagal menembus level resistance USD 4.800, menunjukkan sensitivitasnya yang tinggi terhadap setiap perkembangan konflik khususnya yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Suasana kehati-hatian ini juga tercermin dari survei mingguan mereka, di mana pelaku pasar global mulai lebih banyak bersikap waspada.

Darin Newsom, Senior Market Analyst di Barchart.com, punya pandangan menarik.

Ia menilai harga emas berpotensi bergerak sideways dalam rentang yang lebar. "Ini semua karena ketidakpastian arah pasar yang masih sangat tinggi," katanya.

Di sisi lain, James Stanley, Senior Market Strategist Forex.com, justru melihat peluang kenaikan. Ia berargumen bahwa risiko di pasar keuangan yang meningkat terutama jika saham global kembali melemah bisa menjadi angin baik bagi logam kuning ini.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar