Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI

- Senin, 06 April 2026 | 06:40 WIB
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Suasana di VIP Lounge Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pagi itu terasa berat. Udara dipenuhi dukacita ketika peti berisi jasad tiga prajurit TNI akhirnya tiba dari Lebanon. Mereka gugur dalam Misi Perdamaian PBB di sana, setelah serangan Israel menghantam wilayah Lebanon selatan.

Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung untuk melepas ketiga pahlawan itu. Di sampingnya, terlihat mantan Presiden SBY dan sejumlah pejabat tinggi negara lain. Mereka semua berdiri khidmat, mengiringi prosesi persemayaman yang berlangsung hikmat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo tak menyembunyikan amarahnya. Dengan suara lantang, ia mengecam keras tindakan keji yang merusak upaya perdamaian.

"Perbuatan yang mengakibatkan pasukan perdamaian kita terluka dan gugur ini sungguh tak bisa dimaafkan," ujarnya.

Kecamannya jelas terdengar, menggambarkan betapa pilunya kejadian ini.

Prosesi Penuh Haru

Ketiga prajurit itu adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Mereka gugur di akhir Maret, namun prosesi penghormatan terakhir baru digelar Sabtu, 4 April lalu.

Saat peti jenazah disejajarkan, tangis keluarga pun pecah. Ada yang memeluk erat peti tersebut, seolah tak rela melepas. Adegan haru itu membuat banyak yang hadir ikut tercekat.

Beberapa prajurit berusaha menenangkan keluarga yang larut dalam kesedihan. Perlahan, mereka dibimbing untuk duduk di depan peti jenazah masing-masing. Ruang lounge yang biasanya senyap, saat itu bergema dengan isak tangis.

Usai upacara, ketiga jasa dibawa pulang ke kota asal mereka. Mayor Zulmi dimakamkan di TMP Cikutra Bandung. Sementara, Serka Muhammad Nur Ikhwan beristirahat di TMP Giri Dharmolyo II Magelang, dan Kopda Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni Kulon Progo.

Perjalanan terakhir mereka menjadi saksi bisih betapa berat pengorbanan para penjaga perdamaian di negeri orang. Dan kita di sini, hanya bisa mengantar dengan doa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar