Warga Pluit Bertahan di Tengah Genangan Rob, Bantuan Pemerintah Belum Tampak

- Jumat, 05 Desember 2025 | 14:15 WIB
Warga Pluit Bertahan di Tengah Genangan Rob, Bantuan Pemerintah Belum Tampak

Jalan Dermaga Baru di Kali Adem, Blok Empang Muara Angke, Pluit, masih terendam air rob pada Jumat (5/12/2025). Genangan itu tak menyurutkan niat warga untuk tetap tinggal di rumah mereka. Tak ada pengungsian, hanya barang-barang yang dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Ketua RT setempat, Munir, menjelaskan situasi itu kepada awak media. Suaranya terdengar tenang, seperti orang yang sudah terlalu sering menghadapi hal serupa.

"Warga sini, khususnya di RW 22, sudah biasa dengan banjir. Jadi nggak ada yang mengungsi. Paling, kita cuma mengamankan barang-barang dari bawah ke atas," ujarnya.

Menurut Munir, banjir yang mulai merayap sejak Kamis (4/12/2025) itu menggenangi 11 RT dari total 12 RT di RW 22. Titik terparah ada di RT 01, di mana air mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter. Ia berharap air mulai surut menjelang sore hari.

"Kalau ketinggiannya 50-60 cm, ya itu sudah dari kemarin. Mudah-mudahan sore nanti, jam tiga atau empat, sudah mulai berkurang," tambahnya.

Penyebabnya tak lain adalah kombinasi rob dan hujan yang mengguyur Jakarta. Kabar baiknya, sejauh ini belum ada laporan warga yang terkena penyakit pasca-genangan. Namun, bantuan dari pemerintah juga belum terlihat.

"Soal bantuan, semua pasti butuh. Tapi ya itu, sampai sekarang belum ada yang masuk," kata Munir.

Merespons pernyataan Gubernur Jakarta yang menyebut hari ini sebagai puncak rob, Munir mengaku berharap prediksi itu benar. Dengan begitu, warga bisa segera kembali beraktivitas normal.

"Semoga saja hari ini nggak separah kemarin. Kemarin airnya meluas sampai ke jalan utama. Harapan saya, kejadian seperti ini jangan terulang lagi untuk warga RW 22," tutupnya penuh harap.

Pemandangan di lokasi menunjukkan permukiman yang terendam, dengan warga lalu-lalang menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki menembus genangan. Mereka tampak sudah menemukan ritme sendiri menghadapi rutinitas tahunan ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar