Tingkat Pengangguran Indonesia Turun ke 4,68 Persen pada Februari 2026, BPS Catat Penambahan 1,9 Juta Pekerja Baru

- Selasa, 05 Mei 2026 | 14:20 WIB
Tingkat Pengangguran Indonesia Turun ke 4,68 Persen pada Februari 2026, BPS Catat Penambahan 1,9 Juta Pekerja Baru

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia tercatat sebesar 4,68 persen pada Februari 2026, menandai penurunan jumlah pengangguran sebanyak 40 ribu orang dalam setahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa dari total 154,91 juta angkatan kerja, jumlah pengangguran berkurang dari 7,28 juta orang menjadi 7,24 juta orang pada periode yang sama.

“Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68 persen,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Penyerapan tenaga kerja nasional masih bertumpu pada tiga sektor utama, yaitu pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Amalia menjelaskan, ketiga sektor tersebut mampu menyerap 60,29 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Sementara itu, jumlah penduduk bekerja secara keseluruhan meningkat sebanyak 1,896 juta orang dalam kurun waktu Februari 2025 hingga Februari 2026.

Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menunjukkan perbedaan tren berdasarkan gender. TPAK laki-laki naik dari 84,34 pada Februari 2025 menjadi 84,57 pada Februari 2026. Namun, TPAK perempuan justru mengalami penurunan dari 56,70 menjadi 56,41 pada periode yang sama.

“Seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja, sesuai standar International Labour Organization (ILO),” tutur Amalia.

BPS mengelompokkan penduduk bekerja ke dalam tiga kategori berdasarkan jam kerja. Pertama, pekerja penuh waktu dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Kedua, pekerja paruh waktu yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, tetapi tidak mencari pekerjaan lain dan tidak bersedia menerima pekerjaan tambahan. Ketiga, setengah pengangguran, yaitu mereka yang bekerja antara 1 hingga 34 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.

Pada Februari 2026, proporsi pekerja penuh mencapai 66,77 persen, lebih tinggi dibandingkan 66,19 persen pada Februari 2025. Sementara itu, pekerja paruh waktu tercatat sebesar 25,97 persen, dan setengah pengangguran sebesar 7,27 persen. Angka ini menunjukkan perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja, dengan semakin banyak penduduk yang bekerja dalam durasi penuh.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar