Veda Ega Pratama Raih Pujian Joan Mir Usai Debut Impresif di Moto3

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:30 WIB
Veda Ega Pratama Raih Pujian Joan Mir Usai Debut Impresif di Moto3
Veda Ega Pratama: Pujian dari Joan Mir dan Tantangan ke Depan

JAKARTA – Dunia balap Indonesia lagi-lagi punya alasan untuk berbangga. Veda Ega Pratama, sang pembalap muda, baru saja mendapat pujian yang tak main-main. Bukan dari sembarang orang, tapi langsung dari Juara Dunia MotoGP 2020, Joan Mir. Mir bahkan menyempatkan diri memberi wejangan khusus buat Veda.

Penampilan perdananya di Moto3 memang bikin mata tertuju. Sejak latihan, Veda sudah menunjukkan kecepatan yang solid. Dia nggak cuma cepat, tapi juga konsisten. Hasilnya? Tiket langsung ke Q2 tanpa perlu repot lewat kualifikasi pertama. Dan di balapan yang seru itu, dia finis di posisi kelima. Luar biasa untuk seorang rookie.

Prestasi ini ternyata menarik perhatian para senior di lintasan. Tim Honda HRC Castrol, tempat Joan Mir dan Luca Marini membela, turut memberikan apresiasi. Mereka melihat ada sesuatu yang istimewa dari Veda.

Menurut mereka, pondasi Veda sudah tepat. Dia datang dari jenjang balap yang jelas, seperti Asia Talent Cup, yang jadi modal berharga. Dengan modal itu, bersaing di level dunia bukan lagi sekadar mimpi.

Wejangan Khusus dari Sang Juara Dunia

Joan Mir sendiri terkesan. Dia bilang, Veda sudah melakukan pekerjaan yang sangat hebat. Pengalaman di Asia Talent Cup membuatnya cepat akrab dengan motor Moto3.

Tapi Mir juga mengingatkan. Jangan sampai terbuai. Balapan-balapan selanjutnya belum tentu semudah ini. Kunci utamanya adalah tetap rendah hati dan kerja keras.

"Bakatnya sangat, sangat bagus, jadi saya harap dia bisa menjaga konsistensi. Jangan terlalu khawatir soal hasil jangka pendek, kumpulkan poin dan pengalaman untuk menjadi salah satu favorit di akhir musim," ujar Mir.

Luca Marini: Perjalanan Masih Panjang

Pendapat serupa datang dari Luca Marini. Finis top lima di debut Moto3 adalah pencapaian fantastis. Tapi Marini menggarisbawahi satu hal: ini baru permulaan.

Jalan menuju MotoGP masih jauh dan penuh rintangan. Menurutnya, Veda harus terus mengasah skill. Sebab, tantangan di kelas Moto2 nanti akan jauh lebih berat dan kompleks. Konsistensi dan perkembangan adalah kunci jika ingin melangkah lebih tinggi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler