Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin

- Senin, 06 April 2026 | 00:00 WIB
Ekspor Tempe Senilai Rp2,1 Miliar ke Chile Jadi Pintu Masuk Pasar Amerika Latin

Bagaimana dengan mitranya? OM SpA, atau OM Fermentos, rupanya punya visi yang sejalan. Perusahaan Chile ini bergerak di bidang pangan fermentasi fungsional. Mereka peduli pada kesehatan dan keberlanjutan. Bahkan, mereka aktif mengedukasi soal fermentasi. Jadi, kerja sama ini bukan sekadar jual-beli, tapi lebih pada kolaborasi ide.

Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, melihat peluang besar di balik ini.

“Kami mengajak pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor ke Chile dengan cara menghubungi ITPC Santiago,” ajaknya.

Dubes RI untuk Chile, Vedi Kurnia Buana, punya pandangan lebih luas. Baginya, ini adalah wujud nyata diplomasi ekonomi.

“Kerja sama ini menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar non-tradisional,” kata Vedi.

“Chile memiliki posisi strategis sebagai hub untuk menjangkau pasar Amerika Latin sehingga inisiatif seperti ini perlu terus didorong dan diperluas.”

Peluangnya memang terbuka lebar. Data dari otoritas Chile menunjukkan, negara itu mengimpor produk pangan senilai lebih dari 8 miliar dolar AS per tahun. Tren makanan sehat dan plant-based sedang naik daun. Kesadaran akan gaya hidup sehat dan kebutuhan protein alternatif mendorong pasar. Di sinilah tempe, dengan segala keunggulannya, bisa bersinar.

Secara angka, hubungan dagang kita dengan Chile sudah cukup baik. Tahun lalu, total perdagangan mencapai 535,5 juta dolar AS, dengan surplus untuk Indonesia sebesar 347,5 juta dolar AS. Kerja sama tempe ini bisa menjadi batu pijakan untuk mendongkrak angka itu lebih tinggi lagi.

Jadi, dari sebuah penandatanganan di Santiago, harapannya adalah gelombang ekspor baru. Bukan hanya untuk tempe, tapi untuk berbagai produk lokal Indonesia lainnya. Perjalanan panjang, tapi langkah awalnya sudah diambil.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar