Stadion Giuseppe Meazza bergemuruh, Minggu malam lalu. Inter Milan benar-benar tak memberi ampun kepada AS Roma, menuntaskan pertandingan dengan skor telak 5-2. Hasil ini semakin mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen Serie A.
Lautaro Martinez langsung memberi kejutan. Baru satu menit laga berjalan, striker Argentina itu sudah membobol gawang Roma. Gol cepat itu seperti menegaskan niat sang pemuncak klasemen. Tapi Roma bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Mereka membalas perlahan, dan berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum lewat sundulan Gianluca Mancini.
Namun begitu, Inter punya jawabannya. Hanya berselang dua menit setelah gol penyama kedudukan, Hakan Calhanoglu melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti. Gawang Roma bobol lagi, skor 2-1 untuk tuan rumah saat jeda.
Memasuki babak kedua, Nerazzurri benar-benar lepas kendali. Mereka mencetak tiga gol lagi dalam rentang waktu kurang dari 20 menit. Lautaro menyumbang gol keduanya, disusul oleh Marcus Thuram dan Nicolo Barella. Roma sempat membalas melalui Lorenzo Pellegrini, tapi itu hanya jadi gol penghibur. Dominasi Inter terlalu kuat untuk diimbangi.
Dengan kemenangan ini, poin Inter Milan kini menggunung di angka 72 dari 31 laga. Mereka unggul sembilan poin dari AC Milan di posisi kedua, yang kebetulan masih punya satu laga tertunda. Posisi puncak terasa makin nyaman.
Di sisi lain, situasi untuk Roma makin pelik. Kekalahan ini membuat mereka mentok di peringkat keenam dengan 54 poin. Yang bikin nyesek, mereka cuma terpaut tiga poin dari zona Liga Champions. Peluang masih ada, tapi jalan ke sana jadi lebih berliku setelah dihajar rival sekota.
Pertandingan ini juga jadi bukti kedahsyatan serangan Inter musim ini. Mereka tampil tanpa ampun, efisien, dan mematikan. Cristian Chivu, sang pelatih, pasti puas dengan respons anak asuhnya setelah sempat dikejar Roma di babak pertama.
Bagi Roma, ini adalah tamparan keras. Pertahanan mereka tampak kewalahan menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti. Mereka butuh evaluasi serius jika masih ingin berebut tiket ke kompetisi elit Eropa musim depan.
Artikel Terkait
Relawan Indonesia Herman Budianto Ungkap Penyiksaan Brutal Tentara Israel saat Bajak Kapal Bantuan Gaza
Presiden Prabowo Tiba di Istana Elysee Paris, Disambut Menteri Pertahanan Prancis
Politisi Golkar Nilai Pelayanan Haji 2026 Meningkat Signifikan, Petugas Lebih Disiplin
Macron Puji Ketegasan Prabowo Perjuangkan Perdamaian dan Kedaulatan Palestina