Sampai berita ini diturunkan, air masih terpantau tinggi. Proses evakuasi, terutama di Desa Trimulyo, masih terus dilakukan. Di titik pengungsian, bantuan dasar seperti makanan dan layanan kesehatan tetap diupayakan agar tersedia bagi para pengungsi.
Namun begitu, situasi belum sepenuhnya aman. BNPB mengingatkan warga untuk tetap siaga. Potensi banjir susulan masih mengintai, mengingat kondisi tanggul yang rapuh dan debit air yang belum stabil.
Kebutuhan mendesak saat ini beragam. Mulai dari logistik, air bersih, sampai obat-obatan. Juga barang-barang penunjang seperti selimut, pakaian, perlengkapan bayi, dan peralatan kebersihan.
"Selain itu, penguatan tanggul di beberapa titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih luas," jelas Abdul.
Upaya penanganan darurat masih berjalan. Semua berharap korban hilang segera ditemukan dan air segera surut, agar warga bisa kembali ke rumah mereka.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor