Analisis lebih lanjut mengungkap mekanisme sumber gempa berupa thrust fault, atau pergerakan naik.
Dampak guncangannya sendiri cukup terasa. Berdasarkan estimasi, daerah seperti Pulau Batang Dua dan Kota Ternate merasakan guncangan dengan skala III MMI. Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Kabar baik lainnya, pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Ini agak berbeda dengan situasi sehari sebelumnya. Perlu diingat, pada Kamis (2/4), BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Peringatan itu ternyata bukan tanpa sebab.
Benar saja, gelombang tsunami tercatat muncul. Di Halmahera Barat, ketinggiannya mencapai 0,3 meter. Sementara di Bitung, sekitar pukul 07.15 WITA, terdeteksi tsunami setinggi 0,2 meter. Namun begitu, situasi kemudian mereda. BMKG pun telah mencabut status peringatan tsunami tersebut.
Jadi, meski ratusan gempa susulan masih terjadi, setidaknya ancaman terbesarnya sudah berlalu. Warga diharapkan tetap waspada, tetapi tidak perlu panik.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor