Bagi Arif, capaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti kepercayaan publik yang perlahan tapi pasti mulai tumbuh. Motis kini dilihat sebagai solusi mudik yang efisien, bukan lagi program coba-coba. Ke depannya, harapannya sederhana: kuota bisa ditingkatkan agar lebih banyak lagi yang merasakan manfaatnya.
Lalu, bagaimana rute layanannya? Tahun ini, Motis fokus pada tiga lintas utama: Utara (Jakarta Gudang–Cepu), Tengah (Jakarta Gudang–Lempuyangan), dan Selatan (Jakarta Gudang–Madiun). Jadwalnya diatur ketat untuk memberi kepastian. Ambil contoh KA Motis Selatan, yang sudah berangkat tepat pukul 04.50 WIB dari Stasiun Jakarta Gudang.
Jika kita mundur ke belakang, perjalanan Motis ini seperti rollercoaster. Dimulai sederhana dengan 827 unit pada 2013, lalu meroket hingga 19.141 unit di 2019. Pandemi sempat menghentikan segalanya di 2021, tapi perlahan bangkit lagi dengan realisasi 13.132 unit pada 2024.
Dengan prestasi tahun ini, posisi Motis semakin kuat. Program ini bukan lagi sekadar alternatif, tapi pilihan yang memang diminati.
“Sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Motis tahun ini,” tutur Arif menutup pembicaraan.
“Dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang lebih baik di masa mendatang.”
Artikel Terkait
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen