Kylian Mbappé kembali jadi perbincangan, tapi kali ini bukan karena golnya. Aksi sang bintang saat Prancis bentrok dengan Kolombia di Landover, AS, Selasa lalu, menuai sorotan tajam. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Nah, momen kontroversialnya terjadi tepat sebelum kaki Mbappé menyentuh rumput.
Dari pinggir lapangan, Mbappé memberi isyarat kepada rekan setimnya, Rayan Cherki, yang sedang berada di dalam. Apa pesannya? Ia meminta Cherki untuk mengambil ban kapten dari lengan Ngolo Kanté dan membawakannya. Padahal, saat itu Prancis sudah unggul 3-1 dan pertandingan hampir berakhir.
Banyak yang langsung berkomentar. Meski Mbappé adalah kapten tetap Les Bleus, caranya dinilai kurang etis. Seharusnya, dialah yang menghampiri langsung Kanté untuk mengambil atribut kepemimpinan itu. Atau, opsi yang lebih elegan: membiarkan Kanté, sosok yang dihormati itu, tetap mengenakannya hingga wasit meniup peluit panjang.
Menurut sejumlah saksi, tindakan Mbappé itu terasa seperti bentuk ketidakhormatan. Sorotan pun ramai di media sosial.
"Kylian Mbappé menjijikkan. Ia masuk hanya untuk 10 menit terakhir, tapi ia meminta Rayan Cherki untuk mengambil ban kapten dari Ngolo Kanté agar diberikan kepadanya," tulis salah satu pengguna.
"Saya tidak tahu, menurut Anda bagaimana, tapi ini terasa tidak menghormati," lanjutnya.
Akun lain juga menyebutkan sedang ada kontroversi di Prancis terkait video yang beredar. Momen singkat itu rupanya cukup menyulut perdebatan tentang sikap dan kepemimpinan sang megabintang.
Namun begitu, di balik hiruk-pikuk ini, fokus utama Timnas Prancis tetaplah satu: Piala Dunia 2026. Mereka tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia. Jalannya masih panjang. Hanya juara dan runner-up grup yang bisa melaju otomatis ke babak 32 besar.
Pertanyaannya kini, apakah insiden kecil ini akan mempengaruhi dinamika tim? Atau justru akan lekas terlupakan di tengah persiapan menuju turnamen akbar di Amerika Utara itu? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
KY-MA Berhentikan Hakim Yustisial Pengadilan Tinggi Yogyakarta Terbukti Terima Suap Janjikan Kemenangan Perkara
Pemprov DKI Siapkan 744 Petugas Awasi Penyembelihan 68 Ribu Hewan Kurban saat Iduladha 2026
Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Belanja Modal AS Jadi 7,8%, AI dan Insentif Pajak Jadi Pendorong Utama
Alwi Farhan Tembus 16 Besar Singapore Open 2026 Usai Tekuk Wakil Prancis