Kylian Mbappé kembali jadi perbincangan, tapi kali ini bukan karena golnya. Aksi sang bintang saat Prancis bentrok dengan Kolombia di Landover, AS, Selasa lalu, menuai sorotan tajam. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir. Nah, momen kontroversialnya terjadi tepat sebelum kaki Mbappé menyentuh rumput.
Dari pinggir lapangan, Mbappé memberi isyarat kepada rekan setimnya, Rayan Cherki, yang sedang berada di dalam. Apa pesannya? Ia meminta Cherki untuk mengambil ban kapten dari lengan Ngolo Kanté dan membawakannya. Padahal, saat itu Prancis sudah unggul 3-1 dan pertandingan hampir berakhir.
Banyak yang langsung berkomentar. Meski Mbappé adalah kapten tetap Les Bleus, caranya dinilai kurang etis. Seharusnya, dialah yang menghampiri langsung Kanté untuk mengambil atribut kepemimpinan itu. Atau, opsi yang lebih elegan: membiarkan Kanté, sosok yang dihormati itu, tetap mengenakannya hingga wasit meniup peluit panjang.
Menurut sejumlah saksi, tindakan Mbappé itu terasa seperti bentuk ketidakhormatan. Sorotan pun ramai di media sosial.
Artikel Terkait
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen
Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan