Empat Langkah Kunci Pemerintah Antisipasi Kemacetan Nataru

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:55 WIB
Empat Langkah Kunci Pemerintah Antisipasi Kemacetan Nataru

Menyongsong puncak perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah tak mau kecolongan. Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri sudah menggelar sejumlah langkah antisipasi. Tujuannya jelas: memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar selama periode Nataru nanti.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam pengawasan ini. Kolaborasi, katanya, adalah kunci untuk pelayanan yang optimal.

"Kami harapkan kolaborasi antar lembaga untuk mendukung kelancaran angkutan ini dapat terus berjalan baik demi pelayanan kepada masyarakat,"

ujar Dudy dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).

Lalu, langkah konkretnya apa saja? Dudy bersama Kakorlantas Agus Suryonugroho membeberkan empat poin utama. Sasaran utamanya adalah pengelolaan lalu lintas di jalan tol dan jalur arteri. Ini jadi prioritas karena arus kendaraan dipastikan membludak di titik-titik tersebut.

Selain di darat, perhatian juga tertuju ke laut. Poin kedua adalah menjaga kelancaran layanan penyeberangan di pelabuhan. Lintasan yang rawan macet, seperti Merak-Ciwandan-BBJ dan Ketapang-Gilimanuk, mendapat sorotan khusus.

Dudy menjelaskan bahwa sejumlah skenario telah disusun untuk mencegah kekacauan.

"Penataan antrean, akses masuk-keluar pelabuhan, hingga koordinasi dengan operator sudah dipersiapkan. Cuaca buruk pun sudah kami antisipasi,"

tambahnya.

Nah, untuk urusan keamanan di lokasi perayaan, ini jadi poin ketiga. Pengamanan tempat ibadah dan pengaturan mobilitas warga selama puncak acara akan diperketat. Posko terpadu dan tim gabungan sudah disiagakan di lapangan.

Terakhir, tapi tak kalah penting, adalah penanganan arus usai puncak perayaan. Destinasi wisata diperkirakan bakal dibanjiri pengunjung. Karena itu, pengaturan arus menuju kawasan wisata, penempatan petugas di titik rawan, dan penyebaran informasi perjalanan akan diperkuat. Masyarakat diharapkan bisa memilih rute dan waktu perjalanan yang lebih nyaman.

Kakorlantas Agus Suryonugroho memberikan gambaran teknisnya.

"Rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, buka tutup jalur, contra flow, hingga pembatasan angkutan barang di jalan utama sudah disiapkan. Penerapannya akan menyesuaikan kondisi lapangan,"

pungkas Agus.

Keempat langkah itu difokuskan pada empat lokasi kritis: jalan tol dan arteri, pelabuhan, tempat ibadah, serta pusat keramaian dan wisata. Semua dirancang agar momen sukacita masyarakat tidak terusik oleh kemacetan atau masalah keamanan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler