Di tengah ribuan jamaah yang memadati Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2) lalu, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan tekadnya. Ia berkomitmen membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk rakyat Indonesia. Caranya? Dengan mendorong industrialisasi nasional secara besar-besaran dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia. Kita juga akan memimpin industrialisasi bangsa Indonesia dalam 2-3 tahun ini," tegas Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama.
Bagi Presiden, penguatan industri bukan sekadar urusan angka pertumbuhan ekonomi semata. Itu adalah langkah wajib jika Indonesia ingin benar-benar bertransformasi jadi negara maju. Lebih dari itu, industrialisasi dilihatnya sebagai instrumen kunci untuk pemerataan. Menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan menyebarkan kesejahteraan ke seluruh penjuru negeri.
Namun begitu, fokus pemerintah tidak berhenti di situ. Di sisi lain, ada program lain yang tak kalah besarnya: perumahan.
"Kita akan bangun jutaan rumah murah untuk seluruh rakyat kita yang membutuhkannya," janji Prabowo.
Rencananya, pembangunan sektor industri dan perumahan ini akan dijalankan secara terpadu. Strategi ini diharapkan bisa memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong geliat ekonomi yang lebih inklusif. Intinya, semua kebijakan ini harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari mereka yang di kota hingga yang di pelosok desa.
Harapannya jelas: Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Prabowo tampaknya ingin membangkitkan kembali kekuatan industri sebagai mesin pertumbuhan utama, dan dia ingin itu terjadi secepat mungkin. Waktunya memang singkat, tapi targetnya sudah dipasang.
Artikel Terkait
Ketua Dewan Pers Dorong Google Segera Bahas Hak Penerbit di Indonesia
Hasil Forensik: Tak Ada Racun di Tubuh Pelaku Pembunuhan Keluarga di Warakas
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Semak-Semak Pinggir Jalan Serang
Danau Toba, Kaldera Raksasa Warisan Letusan Purba, Diakui UNESCO sebagai Global Geopark