Swedia Hadapi Ukraina di Play-off Tanpa Striker Andalan Alexander Isak

- Kamis, 26 Maret 2026 | 21:45 WIB
Swedia Hadapi Ukraina di Play-off Tanpa Striker Andalan Alexander Isak

Swedia Mencari Celah Tanpa Alexander Isak

Jalan terjal menuju Piala Dunia 2026 akhirnya dimulai. Bagi beberapa negara, drama play-off yang dimulai Kamis ini adalah segalanya empat tiket tersisa untuk Eropa, diperebutkan oleh raksasa yang terluka dan kuda hitam yang kelaparan.

Di sisi lain, ada beban sejarah yang harus dipikul. Italia, misalnya. Sudah 12 tahun Gli Azzurri absen dari panggung utama. Itu adalah kutukan yang ingin segera diakhirit.

Di bawah komando Gennaro Gattuso, mereka harus menghadapi Irlandia Utara di Bergamo. Gattuso, sang veteran juara dunia 2006, kini memikul harapan sekaligus tekanan yang luar biasa.

"Dulu, runner-up terbaik langsung lolos. Sekarang, aturannya berubah," keluhnya seperti dikutip BBC Sport.

Kekalahan di tangan anak asuh Michael O'Neill bisa berarti akhir yang prematur bagi rezim pelatih yang garang itu.

Sementara itu, di Swedia, suasana tak kalah mencekam. Graham Potter kembali ke tanah yang dulu membesarkan namanya dengan misi tunggal: menyelamatkan. Swedia punya nama-nama seperti Viktor Gyokeres dan Anthony Elanga, tapi mereka terpaksa berjuang lewat jalur Nations League setelah gagal di kualifikasi reguler.

Masalahnya, mereka harus melakukannya tanpa striker andalan, Alexander Isak, yang masih terbelenggu cedera. Potter akan diuji di Valencia saat berhadapan dengan Ukraina.

Belum meraih kemenangan sejak menjabat, laga ini adalah momen pembuktian. Apakah magisnya bersama Ostersunds masih ada, atau justru hilang diterpa tekanan?

Lalu ada Robert Lewandowski. Bagi sang legenda Polandia ini, play-off adalah babak final dari simfoni panjang kariernya di timnas. Di usia 37 tahun, striker Barcelona itu mengincar penampilan ketiganya di Piala Dunia.

Menghadapi Albania yang sedang percaya diri, Polandia mengandalkan catatan gemilang: tak terkalahkan dalam enam laga terakhir. Namun, pemenang nanti masih harus menempuh jalur maut melawan pemenang Swedia atau Ukraina.

Satu gol di Qatar 2022 rasanya belum cukup untuk menutup karier internasionalnya. Lewandowski pasti ingin lebih.

Harapan lain ada di Cardiff. Wales, yang kini ditangani Craig Bellamy, punya ambisi besar: lolos ke Piala Dunia dua kali berturut-turut. Mereka akan menjamu Bosnia-Herzegovina.

Bellamy sendiri menyadari, lawan mereka ini adalah "monster yang berbeda". Jika berhasil melangkah, Wales berpeluang menghadapi Irlandia Utara dalam duel klasik antar bangsa Britania di partai penentu. Suasana pasti akan panas.

Jadi, inilah saatnya. Beberapa mimpi akan hidup, yang lain akan pupus. Semuanya tergantung pada 90 menit di lapangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar