Swedia Mencari Celah Tanpa Alexander Isak
Jalan terjal menuju Piala Dunia 2026 akhirnya dimulai. Bagi beberapa negara, drama play-off yang dimulai Kamis ini adalah segalanya empat tiket tersisa untuk Eropa, diperebutkan oleh raksasa yang terluka dan kuda hitam yang kelaparan.
Di sisi lain, ada beban sejarah yang harus dipikul. Italia, misalnya. Sudah 12 tahun Gli Azzurri absen dari panggung utama. Itu adalah kutukan yang ingin segera diakhirit.
Di bawah komando Gennaro Gattuso, mereka harus menghadapi Irlandia Utara di Bergamo. Gattuso, sang veteran juara dunia 2006, kini memikul harapan sekaligus tekanan yang luar biasa.
"Dulu, runner-up terbaik langsung lolos. Sekarang, aturannya berubah," keluhnya seperti dikutip BBC Sport.
Kekalahan di tangan anak asuh Michael O'Neill bisa berarti akhir yang prematur bagi rezim pelatih yang garang itu.
Sementara itu, di Swedia, suasana tak kalah mencekam. Graham Potter kembali ke tanah yang dulu membesarkan namanya dengan misi tunggal: menyelamatkan. Swedia punya nama-nama seperti Viktor Gyokeres dan Anthony Elanga, tapi mereka terpaksa berjuang lewat jalur Nations League setelah gagal di kualifikasi reguler.
Masalahnya, mereka harus melakukannya tanpa striker andalan, Alexander Isak, yang masih terbelenggu cedera. Potter akan diuji di Valencia saat berhadapan dengan Ukraina.
Artikel Terkait
Arus Balik H+5 Masih Padat, Pemudik di Km 18 Japek Selatan Beristirahat di Tengah Lelah Perjalanan
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis
IDAI Dukung PP Tunas, Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Tiga Naturalisasi Segera Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026