JAKARTA Bagi Aleksandar Dimitrov, langkahnya membawa Timnas Bulgaria ke Indonesia bukan cuma urusan pertandingan. Ada perasaan lain yang lebih personal. “Seperti pulang kampung,” katanya. Ya, pelatih 49 tahun ini punya sejarah di sini. Dulu, ia pernah membela Persija Jakarta dan Petrokimia Putra saat masih aktif sebagai pemain.
Turnamen FIFA Series 2026 ini memang menghadirkan empat tim: tuan rumah Indonesia, Bulgaria, St. Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon. Semua laga bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sebuah panggung yang tak asing bagi Dimitrov.
Namun begitu, sebelum turnamen bergulir, namanya sempat ramai dibicarakan. Beredar kabar bahwa ia pernah memperkuat Persipura Jayapura dari 2003 sampai 2006. Ternyata, informasi itu meleset.
Klarifikasi datang lewat akun Instagram @effendigazaliofficial. Dimitrov menegaskan, ia memang pernah main di Indonesia, tapi bukan untuk Persipura.
“Coach Saso (Aleksandar Dimitrov) merasa seperti di rumah. Ia pernah lama di sini, tetapi ada beberapa data perjalanan kariernya di Indonesia yang perlu diralat,” tulis akun tersebut.
Rekam jejaknya yang benar adalah membela Persija di tahun 2002, lalu pindah ke Petrokimia Putra dari 2003 hingga 2004. Titik.
Kedekatan emosional itulah yang bikin Dimitrov tak sabar. Ia ingin kembali merasakan atmosfer sepak bola Jakarta, terutama di GBK yang terkenal dengan gemuruh suporter fanatiknya. Sebuah nostalgia yang manis.
Di sisi lain, turnamen ini sendiri bakal berlangsung singkat. Dimulai 27 Maret 2026, formatnya cukup sederhana: empat tim main dua pertandingan. Pemenang laga pertama langsung ke final, yang kalah berebut posisi ketiga.
Jadwalnya? Bulgaria akan lebih dulu menghadapi Kepulauan Solomon pukul 15.30 WIB. Malamnya, giliran Indonesia yang menjamu St. Kitts and Nevis pukul 20.00 WIB.
Jadi, kehadiran Dimitrov ini memang spesial. Ia bukan cuma membawa strategi timnas Eropa, tapi juga membawa secarik cerita lama. Dari pemain asing di liga Indonesia, kini kembali sebagai pelatih di panggung internasional. Sebuah perjalanan penuh yang akhirnya membawanya pulang.
Artikel Terkait
Herdman Nilai Grup Neraka Piala Asia 2027 sebagai Ujian Kunci Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Mulai Rencanakan Restrukturisasi Tim Usai Lolos dari Degradasi
Rizky Ridho Sindir Ironi: Main Kandang tapi Harus Naik Pesawat
Inter Milan Bantai Lazio 3-0, Juventus Taklukkan Lecce 1-0