PSS Sleman Jaga Momentum Usai Libur, Siap Hadapi Kendal Tornado

- Rabu, 25 Maret 2026 | 23:30 WIB
PSS Sleman Jaga Momentum Usai Libur, Siap Hadapi Kendal Tornado

Suasana di Sleman terasa berbeda pasca-libur Lebaran. Sementara banyak klub masih berjuang menemukan ritme, PSS Sleman justru tampak solid. Ada keyakinan yang mengendap, bukan muncul tiba-tiba, tapi dibangun dari rutinitas dan disiplin yang konsisten. Mereka datang dengan pesan sederhana: kami siap.

Latihan di kompleks tim tak memperlihatkan kekacauan. Yang ada justru stabilitas. Pieter Huistra, arsitek di balik pengembangan teknis, punya pandangan menarik tentang jeda ini. Baginya, liburan bukan gangguan.

"Semua orang menikmati waktu bersama keluarga, mengisi kembali energi," katanya.

Ia paham betul, sepak bola modern tak cuma soal fisik dan taktik. Keseimbangan emosional itu penting. Pemain yang pulang dengan mental segar seringkali kembali lebih fokus. Dan PSS, rupanya, berhasil memanfaatkan momen ini dengan baik.

Program latihan mandiri tetap dijalankan para pemain. Itu menunjukkan profesionalisme. Memang ada perbedaan kondisi sebelum dan sesudah libur, tapi tidak signifikan. Dalam tim profesional, itu justru pertanda bagus. Sistem berjalan, kesadaran individu terjaga.

Sekarang, semua mata tertuju ke lapangan.

Laga tandang melawan Kendal Tornado FC di Pegadaian Championship jadi ujian nyata berikutnya. Ini bukan cuma perburuan tiga poin, tapi soal menjaga momentum. Di kompetisi ketat, konsistensi seringkali lebih menentukan ketimbang performa sesaat.

Optimisme PSS tentu punya dasar.

Di lini depan, ada Gustavo Tocantins yang sedang benar-benar on fire. Penyerang asal Brasil ini bukan sekadar mesin gol. Ia juga kreator. Dalam kemenangan 3-1 atas The Lobsters, ia cetak satu gol dan satu assist kontribusi lengkap yang menggambarkan peran vitalnya.

Kehadirannya mengubah total wajah serangan PSS. Ia tak diam. Selalu bergerak, membuka ruang, dan membaca permainan. Umpan matangnya yang diselesaikan Riko Simanjuntak adalah contoh sempurna bagaimana visinya jadi pembeda.

Buat Riko, gol itu spesial. Itu gol pertamanya musim ini bersama PSS momen yang bisa jadi pembuka jalan bagi kepercayaan dirinya. Dalam sepak bola, satu gol terkadang cukup untuk membuka segalanya.

Kolaborasi Tocantins dan Riko menghadirkan dimensi baru. Satu bawa insting dan kreativitas, satunya lagi punya kecepatan dan pengalaman. Kombinasi ini bikin serangan PSS sulit ditebak.

Hingga pekan ke-21, statistik Tocantins bicara. Ia tak cuma top skor tim, tapi juga sudah mengumpulkan sembilan assist. Angka itu menegaskan satu hal: ia adalah pusat gravitasi serangan Laskar Sembada.

Tapi di balik performa individu, ada mimpi kolektif yang lebih besar.

Sejak awal musim, Tocantins tak pernah sembunyi-sembunyi soal ambisinya.

"Kami ingin meraih poin kemenangan sebanyak mungkin… kami ingin kembali ke Liga 1," tegasnya.

Kini, pernyataan itu mulai terasa nyata. Bukan lagi sekadar janji.

Optimisme itu makin kuat ketika PSS mulai dibandingkan dengan tim-tim berkelas seperti PSIS Semarang atau Persipura Jayapura. Keduya punya sejarah dan mental juang di level tertinggi. Namun sekarang, PSS merasa punya 'amunisi' untuk tak cuma sekadar bersaing, tapi mungkin melampaui.

Bahkan, standar yang mereka pasang kini lebih tinggi. Mereka berani membandingkan diri dengan klub mapan macam Persebaya Surabaya. Ini lompatan mental yang krusial. Sebab, sebelum bersaing di lapangan, sebuah tim harus percaya dulu bahwa mereka layak berada di level itu.

Jalan tentu masih panjang.

Kompetisi belum berakhir. Tantangan akan makin berat. Cedera, tekanan, naik-turun performa adalah bagian tak terpisahkan dari maraton liga. Tapi dengan fondasi yang mulai kokoh fisik terjaga, mental segar, plus pemain kunci yang konsisten PSS punya alasan untuk bernapas lega.

Di Sleman, harapan itu bukan lagi angan-angan.

Ia hidup di setiap sesi latihan, mengalir dalam setiap pertandingan, dan pelan-pelan membentuk sebuah keyakinan bersama: bahwa pulang ke kasta tertinggi bukanlah mimpi di siang bolong.

Dan kalau momentum ini bisa dipertahankan, siapa tahu? Laskar Sembada bisa datang bukan cuma sebagai penantang promosi, tapi sebagai pesaing serius bagi mereka yang selama ini dianggap lebih mapan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar