JAKARTA – Sebuah pengangkatan penting terjadi di lingkungan TNI dan dunia pendidikan pertahanan. Brigjen TNI (Mar) Briand Iwan Prang, nama yang tak asing bagi mereka yang mengikuti prestasi di Akademi Angkatan Laut, kini resmi ditetapkan sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan). Pengangkatan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier panjang perwira tinggi Angkatan Laut tersebut.
Briand bukanlah perwira biasa. Ia dikenal sebagai lulusan terbaik AAL tahun 2002, meraih Adhi Makayasa sekaligus Tri Sakti Wiratama di tahun yang sama. Latar belakang pendidikannya pun kuat, dimulai dari bangku SMA Taruna Nusantara angkatan 7 sebelum akhirnya mendedikasikan diri di jalur militer.
Kariernya terbilang mumpuni. Sebelum posisinya yang sekarang, Briand pernah memegang komando sebagai Danpusdikif Kodikmar. Bahkan jauh sebelumnya, di tahun 2014, ia sudah terlibat dalam dunia alma maternya dengan menjabat Koordinator Wali Graha SMA Taruna Nusantara, saat itu masih berpangkat Mayor.
Pengangkatannya ini adalah bagian dari serangkaian mutasi dan pelantikan besar-besaran yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Acara berlangsung Rabu lalu, 25 Maret 2026, di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap.
Dalam kesempatan itu, Panglima tampil didampingi oleh para pimpinan tertinggi matra: Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Berdasarkan rilis Puspen TNI, ada banyak posisi strategis yang mengalami pergantian pejabat. Proses serah terima dan pelantikan berlangsung dalam satu rangkaian acara yang sama.
Untuk wilayah Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih berpindah dari Mayjen TNI Amrin Ibrahim ke Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang. Sementara Dankodaeral X, posisinya dialihkan dari Mayjen TNI (Mar) Werijon kepada Brigjen TNI (Mar) Sugianto.
Artikel Terkait
Elkan Baggott dan Timnas Indonesia Siap Tampil Beda di Era Baru John Herdman
PSM Makassar Gelar Latihan Perdana Usai Libur, Lima Pemain dan Pelatih Trucha Absen
Program Makan Bergizi Gratis Diwarnai Ribuan Pelanggaran, 1.030 Dapur Ditangguhkan
TAUD Kritik Penanganan Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Desak Pengadilan Sipil