SOLO Persis Solo punya cara pandang tersendiri soal laga tandang ke markas PSM Makassar nanti. Ini bukan cuma satu dari sekian jadwal rutin. Rasanya lebih dari itu. Seperti final yang datang lebih awal, duel ini punya atmosfer penentu yang benar-benar terasa.
Di BRI Super League 2025/2026, persaingan di papan bawah memang mencekik. Setiap poin bagaikan emas. Persis, yang masih berjuang menjauh dari jerat degradasi, memilih strategi tak biasa: mereka menggelar pemusatan latihan.
Lokasinya di Yogyakarta. Kota yang biasanya jadi tempat rehat, kali ini justru dijadikan pangkalan untuk akselerasi. Selama empat hari penuh, mulai 25 sampai 28 Maret 2026, skuad Laskar Sambernyawa menjalani mini training camp.
Bagi Milos Durovic, asisten pelatih, momen ini jauh lebih penting dari sekadar latihan biasa pasca-libur Lebaran.
“Kami kasih waktu lima hari buat pemain istirahat. Sekarang, fokusnya meningkatkan kebugaran lagi,” ucapnya.
Memang, jeda panjang seperti Lebaran itu ibarat pedang bermata dua. Bisa memulihkan, tapi juga berisiko memutus momentum. Persis jelas tak mau ambil risiko. Mereka ingin menjaga ritme yang sudah mulai terbentuk.
Latihan di Yogyakarta dirancang menyeluruh. Tak cuma fisik, tapi juga detail teknik dan taktik. Kekompakan tim dirajut ulang. Di situasi seperti sekarang, di mana margin error sangat tipis, hal-hal kecil semacam inilah yang sering jadi penentu.
Namun begitu, yang paling menarik justru bagaimana mereka memaknai laga kontra PSM.
Pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie, 4 April mendatang, bukan cuma duel tandang biasa. Ini adalah pertemuan dua tim yang sama-sama tercekik. PSM ada di peringkat 13, sementara Persis nangkring di posisi 15. Selisih poin cuma empat. Tipis banget.
Kemenangan di sini, artinya bukan cuma tiga poin. Tapi lompatan klasemen dan suntikan mental yang bisa mengubah jalan musim.
Persis datang dengan modal percaya diri yang cukup. Catatan enam laga tanpa kekalahan di putaran kedua menunjukkan tim asuhan Milomir Seslija mulai menemukan bentuk. Setelah terseok di awal, mereka pelan-pelan bangkit.
Tapi ujian sesungguhnya adalah konsistensi.
Sembilan laga tersisa ibarat maraton terakhir. Tantangannya dua jenis: lawan sesama pesaing di papan bawah, dan tim papan atas yang kualitasnya lebih mapan. Nah, duel lawan PSM ini jelas masuk kategori pertama dan amat krusial.
Mengalahkan pesaing langsung efeknya ganda: poin bertambah, sekaligus menghambat laju saingan. Sebaliknya, kalau hasilnya buruk, tekanan bisa kembali membesar dan pintu zona merah terbuka lebar.
Makanya, pendekatan “seperti final” itu bukan omong kosong. Itu terlihat dari hal-hal kecil: pengaturan menu makan, jadwal istirahat, sampai intensitas latihan di Yogyakarta. Semua diatur sedemikian rupa agar tim sampai di Parepare dalam kondisi puncak.
“Mereka akan dapat kondisi kerja yang baik, makanan, dan istirahat. Kami ingin capai tujuan kami,” tambah Milos.
Dari situ jelas, kemenangan tak cuma diraih di lapangan. Tapi dimulai dari persiapan yang matang.
Tapi tetap, ada faktor yang susah dikendalikan: suasana laga. Main di kandang PSM berarti hadapi tekanan suporter, perjalanan jauh, dan lapangan yang asing. Di kondisi seperti ini, mental sering jadi penentu utama.
Persis agaknya sadar betul soal itu. Enam laga tak terkalahkan itu bukan cuma angka. Itu bukti ketahanan mental mereka mulai terbentuk. Sekarang, ujiannya adalah mempertahankannya di laga yang lebih berat.
Kalau berhasil, mereka bukan cuma menjauh dari zona degradasi. Tapi juga kirim sinyal ke liga bahwa mereka layak bertahan.
Sebaliknya, kegagalan akan membuat jalan mereka kembali terjal.
Sepak bola memang kerap ditentukan momen-momen seperti ini. Laga yang di kertas terlihat biasa, tapi nyatanya bisa jadi titik balik. Bagi Persis Solo, perjalanan ke Parepare minggu depan membawa beban itu semua.
Sebuah laga yang, dalam banyak hal, terasa seperti final sebelum waktunya tiba.
Artikel Terkait
Persib di Ambang Gelar, Bojan Hodak Peringatkan Pemain agar Tak Lengah Hadapi Persijap
Moh Zaki Ubaidillah Gagal ke Semifinal Malaysia Masters 2026 Usai Dikalahkan Christo Popov
Arbeloa Ucapkan Salam Perpisahan di Laga Kandang Terakhir Real Madrid Musim Ini
Wonderkid La Masia Ebrima Tunkara Siap Unjuk Gigi di Pramusim Barcelona, Absennya Pemain Senior Jadi Peluang Emas