ITB Angkat Bicara Soal Kontroversi Lagu Erika yang Viral, Janji Perkuat Budaya Etika Kampus

- Kamis, 16 April 2026 | 10:55 WIB
ITB Angkat Bicara Soal Kontroversi Lagu Erika yang Viral, Janji Perkuat Budaya Etika Kampus

Heboh di media sosial. Lagu 'Erika' yang dibawakan Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang ITB tiba-tiba viral lagi. Yang jadi masalah, liriknya dianggap melecehkan perempuan. Banyak yang protes.

Nah, menanggapi gelombang kritik itu, Institut Teknologi Bandung akhirnya angkat bicara. Kampus ini menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menghormati martabat setiap orang.

Menurut Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief, atau yang akrab disapa Lala, pihaknya melihat kejadian ini justru jadi momentum penting.

"Menyikapi beredarnya konten yang menimbulkan keresahan publik, ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal," jelas Lala, Kamis (16/4/2026).

Di sisi lain, Lala menyebut HMT-ITB sudah lebih dulu meminta maaf secara terbuka. Video yang ramai itu ternyata konten lama dari tahun 2020. Organisasi mahasiswa itu juga menegaskan tidak membenarkan tindakan apa pun yang merendahkan martabat individu atau kelompok.

Lalu, apa tindak lanjutnya?

"Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat," ujar Lala.

Tak cuma itu. Evaluasi internal secara menyeluruh juga sedang digelar. Mereka akan meninjau ulang standar dan pedoman organisasi agar lebih selaras dengan nilai-nilai etika, baik di kampus maupun di masyarakat luas. Intinya, mereka berusaha memperbaiki kesalahan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar