Kabar duka datang dari Kebun Binatang Bandung. Dua anak harimau Benggala yang baru berusia delapan bulan, Huru dan Hara, harus meregang nyawa. Penyebabnya, menurut keterangan resmi, adalah serangan virus Panleukopenia yang ganas.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri Mildranaya, mengonfirmasi hal ini di Bandung, Kamis lalu. Ia menyebut berbagai upaya maksimal telah dikerahkan untuk menyelamatkan kedua satwa langka itu. Sayangnya, hasilnya tak sesuai harapan.
“Secara umum keduanya terinfeksi Panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” ujar Eri.
Rasa kehilangan itu terasa mendalam. Bagi pihak konservasi dan pengelola, Huru dan Hara bukan cuma angka dalam inventaris satwa.
“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” tuturnya.
Artikel Terkait
Panglima TNI Ambil Alih Langsung Posisi Kabais di Tengah Kasus Penyegelan Aktivis
IDAI Dukung PP Tunas, Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Tiga Naturalisasi Segera Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Israel Klaim Tewaskan Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran di Bandar Abbas