MURIANETWORK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan, kali ini menyasar seorang hakim di Pengadilan Negeri Depok. Menanggapi insiden ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyerukan semua institusi untuk melakukan pembenahan internal guna memutus mata rantai korupsi.
Seruan Perbaikan Diri dari Istana
Di sela-sela aktivitasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026), Prasetyo Hadi mengaku prihatin dengan masih terjadinya kasus semacam ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah pencegahan harus terus digencarkan.
"Ya bahwa masih ada yang terjadi tentu kita prihatin, tapi ya terus menerus kita imbau kepada semua institusi untuk memperbaiki diri," tuturnya. "Ya kalau bicaranya korupsi ya bagaimana menghentikan budaya-budaya korupsi, kongkalikong dan sebagainya."
Kesejahteraan Hakim sebagai Upaya Pencegahan
Lebih lanjut, Prasetyo menyoroti upaya peningkatan kesejahteraan hakim, termasuk melalui kenaikan gaji, sebagai salah satu strategi jangka panjang. Langkah ini diharapkan dapat membangun benteng etika dan mengurangi godaan untuk melakukan penyimpangan.
"Ya kan tidak kemudian secara otomatis, sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita," jelasnya. "Tapi bahwa sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hakim kan kita berharap itu dengan diberikan kesejahteraan, kita berharap tidak akan tergoda, untuk melakukan hal-hal yang kurang baik."
Pernyataan ini menggarisbawahi pemahaman bahwa pemberantasan korupsi, khususnya di lingkungan penegak hukum, memerlukan pendekatan multidimensi. Di satu sisi, penindakan tegas melalui operasi seperti yang dilakukan KPK tetap krusial. Di sisi lain, upaya membangun sistem yang mendukung, termasuk menjamin kesejahteraan yang layak, dinilai sebagai pondasi yang tak kalah penting untuk integritas kelembagaan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Ketua PN Depok dan Direktur Perusahaan dalam OTT Kasus Suap
Buruh Pabrik Diamankan Diduga Perkosa Anak 13 Tahun Usai Ajakan Lewat Aplikasi Pesan
Kementerian PU Tangani Longsor dan Rembesan Air di Lubang Raksasa Aceh Tengah
MIT Tangkap Dua Warga Turki Diduga Mata-mata Mossad