MURIANETWORK.COM - Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan tekanan jual yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,08 persen ke level 7.935,26 pada Jumat (6 Februari 2026), melanjutkan sentimen negatif yang mendominasi perdagangan. Pelemahan ini terjadi di tengah volume transaksi yang cukup tinggi, mencapai 33,05 miliar saham senilai Rp19,64 triliun.
Perjalanan Perdagangan dan Sentimen Sektoral
IHSG sempat mencoba bangkit di awal sesi, membuka koreksi di level 7.945,04 dan bahkan menyentuh posisi tertinggi harian di 8.025. Namun, optimisme itu tidak bertahan lama. Tekanan jual yang luas kemudian mendorong indeks untuk bergerak turun hingga penutupan. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, mayoritas besar, yakni 673 emiten, tercatat melemah. Hanya 118 saham yang berhasil menguat, sementara 167 lainnya stagnan.
Kelemahan ini bersifat hampir merata di seluruh sektor. Analisis sektoral menunjukkan sembilan dari sepuluh kelompok industri ditutup di zona merah, dengan sektor energi, teknologi, dan bahan baku termasuk di antara yang tertekan. Satu-satunya pengecualian adalah sektor transportasi, yang masih bertahan dengan keuntungan tipis 0,53 persen di tengah pelemahan luas.
Indeks Lain Ikut Tertekan
Tekanan pasar tidak hanya dirasakan oleh IHSG. Indeks-indeks acuan lainnya juga kompak mencatatkan penurunan, mengonfirmasi sentimen bearish yang meluas. Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) dan Indeks Saham Sektor Industri (ISSI) bahkan mengalami koreksi yang lebih dalam, masing-masing turun 2,13 persen dan 2,45 persen. Indeks likuid seperti LQ45 dan IDX30 juga tidak luput, terkoreksi 1,66 persen dan 1,47 persen.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026