Genangan Satu Meter Surut, Jalan Suprapto Cempaka Putih Kembali Dilalui Kendaraan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 12:36 WIB
Genangan Satu Meter Surut, Jalan Suprapto Cempaka Putih Kembali Dilalui Kendaraan

Genangan air yang sempat menggenangi Jalan Letjen Suprapto di Cempaka Putih akhirnya mulai menyurut. Kejadian pada Minggu siang (18/1) itu benar-benar menguji kesabaran warga, setelah ketinggian air sempat menyentuh satu meter.

Menjelang tengah hari, situasi mulai membaik. Sekitar pukul 11.20 WIB, pantauan di lapangan menunjukkan jalur lambat masih terendam sekitar 50 sentimeter. Kendaraan roda empat sudah bisa lewat lagi, meski pengemudi harus tetap ekstra hati-hati.

Pras, seorang petugas PPSU berusia 40 tahun dari Kelurahan Cempaka Putih Timur, menjelaskan penyebabnya. Menurutnya, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu sore adalah biang keroknya.

“Saat ini sih sudah surut. Soalnya hujannya dari kemarin sore itu deras dan merata. Ketinggian air di jalur lambat sempat mencapai sekitar 1 meter, kalau di jalur cepat sekitar 30 sampai 50 sentimeter,”

Ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Pras menegaskan, ini bukan masalah saluran tersumbat. Masalahnya lebih pada volume air yang begitu besar dan datang sekaligus, sehingga sistem drainase kewalahan. “Ini karena hujan dari sore kemarin sampai pagi tadi sekitar jam 7 masih tinggi. Bukan karena sumbatan, tapi antrean air,” jelasnya.

Upaya penanganan sendiri sudah dimulai sejak pagi buta, sekitar pukul tujuh. Petugas dari berbagai instansi seperti Damkar dan SDA turun tangan, fokus melakukan penyedotan di titik-titik rawan seperti depan Sate Maranggi. Kerja sama itu yang akhirnya membuahkan hasil. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan, perlahan bisa kembali normal.

Meski begitu, Pras punya pesan khusus untuk pengendara sepeda motor.

“Untuk pengendara motor, jalur lambat masih bisa dilewati tapi harus pelan-pelan, ngerayap. Motornya harus dalam kondisi sehat, karena tadi banyak yang mogok,”

Imbaunya. Rupanya, banjir pagi itu telah memakan korban beberapa kendaraan yang mogok karena terendam. Jadi, kehati-hatian tetap jadi kunci utama meski air sudah surut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar