Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang tidak hanya diisi dengan pertukaran ucapan Idul Adha, tetapi juga menyentuh isu perdamaian kawasan dan undangan kunjungan kenegaraan ke Teheran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis di Kuala Lumpur, Anwar mengawali perbincangan dengan menyampaikan salam persaudaraan dan doa dari seluruh rakyat Malaysia untuk rakyat Iran.
“Alhamdulillah, saya berkesempatan melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, untuk menyampaikan ucapan Eid Mubarak serta salam persaudaraan dan doa dari seluruh rakyat Malaysia kepada rakyat Iran,” ujar Anwar.
Dalam kesempatan itu, Anwar menyampaikan harapan agar situasi di Iran segera kembali damai. Ia menekankan pentingnya penyelesaian seluruh ketegangan melalui jalur perdamaian, kebijaksanaan, dan diplomasi yang bertanggung jawab. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Malaysia tetap mengecam segala bentuk serangan dan agresi, termasuk serangan drone serta tindakan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Menurut Anwar, tindakan militer semacam itu hanya akan menambah jumlah korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil. Di sisi lain, ia juga menyampaikan penghargaan atas dukungan dan kerja sama pemerintah Iran dalam membantu proses pelepasan kapal Malaysia beberapa waktu lalu.
“Saya juga menyampaikan penghargaan atas dukungan dan kerja sama pemerintah Iran dalam membantu proses pelepasan kapal Malaysia beberapa waktu lalu,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa sikap saling menghormati dan semangat persahabatan perlu terus diperkuat dalam hubungan antarnegara. Sementara itu, Presiden Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Malaysia dalam menjunjung perdamaian, keadilan, dan prinsip kemanusiaan di tingkat internasional.
Tak hanya itu, Pezeshkian juga mengundang Anwar untuk melakukan kunjungan ke Teheran guna mempererat hubungan bilateral dan kerja sama strategis kedua negara. Menanggapi undangan tersebut, Anwar menyatakan kesediaannya.
“Insyaallah, saya akan mengatur jadwal untuk berkunjung ke Iran pada waktu yang sesuai. Iran selalu dekat di hati saya,” kata Anwar.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki banyak sahabat dan kenalan di Iran yang menjunjung tinggi nilai ilmu pengetahuan, persaudaraan, dan perjuangan kemanusiaan universal.
Artikel Terkait
Lima Desa di Gorontalo Utara Terendam Banjir, Puluhan Rumah Rusak Akibat Luapan Sungai Biau
Patuna Travel Siasati Pengawasan Digital Ketat di Arafah demi Kelancaran Wukuf Jemaah Haji
Presiden Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Distribusi ke 552 Daerah dan Pesantren
KY-MA Berhentikan Hakim Yustisial Pengadilan Tinggi Yogyakarta Terbukti Terima Suap Janjikan Kemenangan Perkara