Bursa Efek Indonesia baru saja merilis daftar saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi di tangan segelintir pemegang saham. Istilahnya, high shareholding concentration atau HSC. Setidaknya ada sembilan saham yang masuk kategori ini.
Yang menarik, dua di antaranya adalah saham berkapitalisasi besar: Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Data perdagangan awal April 2026 menunjukkan, market cap BREN mencapai Rp642 triliun, sementara DSSA Rp542 triliun. Nilainya fantastis.
Tapi, lihatlah struktur kepemilikannya. Ambil contoh BREN. Konsentrasi kepemilikannya di pemegang saham tertentu tercatat sangat tinggi, 97,31%. Padahal, porsi publik atau free float-nya tercatat 12,3%. Artinya, saham yang benar-benar beredar bebas di tangan publik mungkin hanya sekitar 2,96% saja. Situasi serupa juga terjadi pada emiten lain dalam daftar.
Memang, pemegang saham dengan porsi besar itu belum tentu terafiliasi dengan pengendali perusahaan. Namun begitu, konsentrasi yang terlalu tinggi seperti ini punya dampak nyata. Likuiditas perdagangan bisa terbatas, dan pergerakan harga saham berpotensi lebih fluktuatif.
Jeffrey Hendrik, Pjs Direktur Utama BEI, menegaskan langkah ini bagian dari upaya meningkatkan transparansi.
Pengumuman daftar HSC ini merupakan hasil penelaahan bersama BEI dan KSEI. Ini juga merupakan tindak lanjut dari agenda reformasi pasar modal yang sedang digencarkan.
Menurut BEI, saham-saham HSC tak cuma mempengaruhi likuiditas, tapi juga berisiko memicu fluktuasi harga yang signifikan. Karena itu, daftar ini akan diperbarui secara berkala. Bursa berjanji akan mengumumkan jika ada saham yang dinilai sudah tidak memenuhi kriteria HSC, paling lambat lima hari setelah penelaahan. Kalau tidak ada pengumuman, berarti kondisinya masih sama.
Artikel Terkait
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
PTPP Lakukan Penyesuaian Akuntansi untuk Perkuat Fondasi Keuangan Jangka Panjang
IHSG Anjlok 0,99% Pekan Ini, Ditekan Aksi Jual Asing Rp2,95 Triliun
Pasar Saham Bergejolak: Yanaprima (YPAS) Melonjak 119%, IHSG Melemah