Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah

- Jumat, 03 April 2026 | 09:50 WIB
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah

WASHINGTON Selama sebulan terakhir, serangan Iran yang terus-menerus telah menimbulkan kerusakan signifikan pada aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Kerugiannya fantastis, mencapai miliaran dolar. Mulai dari pesawat mata-mata paling canggih hingga sistem radar pertahanan yang harganya selangit, banyak peralatan tempur AS yang hancur atau rusak parah.

Menurut laporan dari kantor berita Anadolu, berikut adalah beberapa kerugian besar yang dialami Pentagon.

Kerugian terbesar datang dari hancurnya sebuah pesawat E-3G Sentry (AWACS). Pesawat mata-mata bernilai sekitar 500 juta dolar AS itu musnah total di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, pada akhir Maret lalu.

Tak hanya itu, AS juga kehilangan beberapa unit pesawat tanker KC-135 Stratotanker. Satu di antaranya jatuh di Irak dan menewaskan seluruh enam awaknya. Tiga unit lainnya turut hancur. Kerugian dari insiden ini saja ditaksir mencapai 320 juta dolar.

Di sisi lain, armada drone AS juga terpukul keras. Sebanyak 15 unit MQ-9 Reaper dilaporkan ditembak jatuh. Dengan harga per unitnya yang sekitar 30 juta dolar, totalnya bisa mencapai 450 juta dolar.

Serangan drone FPV Iran juga berhasil menghancurkan sebuah helikopter UH-60M Black Hawk di Irak, dengan kerugian sekitar 20 juta dolar.

Yang cukup mengejutkan, tiga unit jet tempur F-15E Strike Eagle hancur di Kuwait karena insiden salah sasaran. Kabar baiknya, pilotnya selamat. Namun, kerugian materialnya tak main-main: sekitar 282 juta dolar.

Bahkan jet tempur siluman pun tak luput. Sebuah F-35 Lightning II mengalami kerusakan parah setelah terkena tembakan dan terpaksa mendarat darurat. Perbaikannya diperkirakan menelan biaya 100 juta dolar.

Tak kalah parah, sistem pertahanan rudal AS juga jadi sasaran. Komponen radar AN/TPY-2 dari sistem THAAD rusak di beberapa lokasi, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kerugiannya luar biasa, ditaksir mencapai 2 miliar dolar.

Radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, juga rusak akibat serangan rudal. Nilainya sekitar 1,1 miliar dolar.

Radar yang lebih kecil seperti AN/MPQ-64 Sentinel dan Saab Giraffe 1X pun tak luput. Yang terakhir bahkan hancur di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad. Kerugian dari kedua radar ini sekitar 7 juta dolar.

Iran juga menyerang fasilitas komunikasi Angkatan Laut AS di Bahrain, menghancurkan Terminal Komunikasi Satelit AN/GSC-52B senilai 20 juta dolar.

Belum lagi, citra satelit menunjukkan tiga kubah radar hancur di Kamp Arifjan, Kuwait, menambah kerugian sekitar 30 juta dolar.

Kalau dijumlahkan, angka totalnya sungguh mencengangkan. Laporan Anadolu memperkirakan kerugian AS dalam bulan pertama konflik ini mencapai 4,83 miliar dolar AS. Sebuah angka yang dengan jelas menggambarkan betapa efektifnya serangan-serangan Iran ini dalam menggerogoti aset strategis Washington di kawasan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar