Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menggelar Sensus Ekonomi 2026. Kali ini, ada target baru yang cukup menarik: memetakan secara detail potensi industri ekonomi kreatif di tanah air. Ini jadi langkah penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif soal sektor yang dinilai terus tumbuh pesat ini.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan perangkat pendataan terbaru. Instrumen kuncinya adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) edisi 2025.
"Dalam sensus ekonomi 2026 kami akan mendata termasuk aktivitas ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat dan juga industri kreatif untuk mendukung sensus ekonomi 2026," ujar Amalia.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri screening film 'Pelangi di Mars' di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis lalu. Menurut rencana, sensus yang digelar sepuluh tahunan ini akan dijalankan pada pertengahan 2026 nanti. Bayangkan skalanya: pendataan masif akan menyasar sekitar 92 juta rumah di seluruh Indonesia, dengan melibatkan ribuan petugas lapangan.
Nah, dengan KBLI 2025, klasifikasi untuk sektor kreatif jadi jauh lebih jelas dan rinci. Berbagai profesi yang dulu mungkin kurang terpetakan, seperti videografer dan animator, kini punya kategori resminya sendiri. Tak cuma itu, berbagai subsektor kreatif lainnya juga ikut tercakup.
Artikel Terkait
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal
Pemerintah Kirim 100 Ton Makanan Lokal ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji