"Kami akan menggunakan KBLI 2025 yang baru di mana klasifikasi dari industri kreatif sudah muncul seperti tadi videografer, animator, dan juga kegiatan industri kreatif lainnya yang sudah kami diskusikan dengan Menteri Ekraf," jelas Amalia lagi.
Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan, sensus punya peran krusial untuk mengetahui sebaran kekuatan ekonomi kreatif nasional yang sebenarnya.
Dengan data yang akurat, pemerintah berharap bisa mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dengan lebih detail. Alhasil, kebijakan yang dirumuskan ke depan diharapkan bisa lebih tepat sasaran dan efektif mendorong perkembangan sektor ini.
"Ada pertanyaan pendalaman di mana saja kekayaan ekonomi, giat ekonomi kreatif Indonesia tersebar," pungkas Riefky.
Jadi, tunggu saja kedatangan petugas sensus tahun depan. Partisipasi publik akan sangat menentukan keakuratan peta ekonomi kreatif Indonesia yang baru.
Artikel Terkait
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal
Pemerintah Kirim 100 Ton Makanan Lokal ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji