Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Capai 4,38 Juta Ton

- Jumat, 03 April 2026 | 02:15 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Capai 4,38 Juta Ton

Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, punya pesan tegas untuk masyarakat: jangan panik. Pasalnya, stok beras nasional kita lagi aman-aman saja. Bahkan, kata Rizal, jumlahnya mencapai 4,387 juta ton yang tersimpan rapi di gudang Bulog.

Angka itu bukan main-main. Itu adalah capaian tertinggi, mengungguli stok tahun lalu yang 'cuma' sekitar 3,2 juta ton. "Kami lapor stok beras kita mencapai 4.387.469 ton. Ini sudah di gudang Bulog semua," tegas Rizal dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis lalu.

"Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu stres terhadap dampak-dampak dari luar negeri. Stok kita cukup banyak," imbuhnya.

Menurut Rizal, angka ini menunjukkan kinerja pengadaan pangan yang cukup signifikan. Ia yakin, stok sebanyak itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan, dia memprediksi bakal ada tambahan lagi. Menjelang akhir April 2026 nanti, total pengadaan beras diproyeksikan bisa menembus 5 juta ton, seiring masa panen di berbagai daerah sentra produksi.

Yang penting, semua beras itu sudah ada di gudang. Artinya, distribusi ke daerah-daerah yang membutuhkan bisa dilakukan kapan saja jika situasi mendesak. Nah, karena itu pula, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tenang. Tidak perlu beli beras secara berlebihan hanya karena khawatir dengan situasi global.

Di sisi lain, kapasitas penyimpanan kita juga masih longgar. Total kapasitas gudang nasional Bulog mencapai sekitar 5,59 juta ton. Saat ini, yang terisi baru sekitar 4,36 juta ton. Masih ada sisa kapasitas kosong sekitar 1,22 juta ton ruang yang sangat memadai untuk menampung hasil panen mendatang.

Bulog juga tak berhenti di situ. Mereka sedang memproses pembangunan 100 gudang baru tahun 2026, sesuai arahan Presiden. Proyek ini sudah masuk tahap administrasi dan tender. Targetnya, semua bisa selesai tepat waktu untuk memperkuat infrastruktur logistik pangan kita.

Lalu, bagaimana dengan harga di pasar? Rizal mengaku, menjaga stabilitas harga adalah kerja harian. Bersama Satgas Pangan, mereka rutin turun ke lapangan.

"Terus terang kami seminggu tiga kali ke pasar. Jadi sudah kayak minum obat," ujarnya dengan nada santai.

"Kami seminggu tiga kali di pasar mengontrol harga pangan dengan teman-teman Polri, Kemendag dan lain sebagainya untuk menjaga harga itu tetap stabil. Dan syukur alhamdulillah secara umum stabil."

Selain pemantauan, langkah seperti operasi pasar dan pasar murah juga terus digelar sebagai respons jika ada komoditas yang harganya melonjak. Memang, secara umum kondisi harga pangan terkendali. Meski begitu, ada satu komoditas yang masih jadi tantangan: cabai. Fluktuasi harganya masih tinggi, seringkali dipengaruhi cuaca yang tak menentu.

Jadi, intinya, meskipun dunia luar terlihat bergolak, soal ketahanan pangan pokok seperti beras, pemerintah memastikan kita dalam kondisi yang cukup baik. Imbauannya sederhana: tetap tenang dan bijak dalam berbelanja.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar