Suasana di kawasan Pinang Merah, Jambi, Kamis pagi itu tiba-tiba ricuh. Bukan karena keramaian biasa, melainkan teriakan minta tolong yang memilukan dari atas sebuah gardu listrik. Seorang pemuda, RF (25), tergantung tak berdaya di ketinggian lima meter setelah tubuhnya tersengat arus listrik. Awalnya, ia cuma berniat mencuri kabel. Tapi niat nekatnya itu berakhir dengan luka bakar serius di sekujur tubuhnya.
Momen mencekam itu terekam dalam video amatir yang kemudian menyebar cepat di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat jelas RF yang histeris sebelum akhirnya jatuh dari gardu bertegangan tinggi tersebut. Warga RT 04 Kelurahan Pinang Merah yang menyaksikan langsung pun langsung bergerak. Mereka mengamankan pria malang itu, sebelum akhirnya menyerahkannya ke Polsek Kota Baru.
Namun begitu, kondisi RF sungguh memprihatinkan. Luka bakarnya luas. Daripada langsung ke kantor polisi, petugas lebih dulu melarikannya ke rumah sakit untuk pertolongan darurat. Gardu yang dia sasar bukanlah tempat main-main. Tegangannya mencapai 20.000 volt. Sebuah level yang jelas-jelas mematikan.
Kapolsek Kota Baru, Kompol Helrawaty Siregar, mengaku belum bisa memeriksa pelaku secara mendalam. Kondisi kesehatan RF masih jadi prioritas.
"Pelaku saat ini dalam kondisi sakit akibat luka bakar. Kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk penyembuhan lukanya terlebih dahulu sebelum dilakukan pendalaman lebih lanjut,"
jelas Kompol Helrawaty.
Di hadapan polisi, RF mengaku bertindak sendirian. Alasannya klasik: desakan ekonomi. Dia mengaku tidak tahu kalau gardu yang jadi sasarannya memiliki tegangan setinggi itu.
"Baru pertama kali, saya butuh uang. Tidak tahu kalau tegangannya tinggi,"
ungkapnya.
Polisi pun menyita barang bukti di TKP. Sebuah gunting besi besar dan beberapa sekring listrik diamankan. Meski harus terbaring di rumah sakit, proses hukum terhadap RF tetap berjalan. Dia terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman maksimalnya? Tujuh tahun penjara. Nasib malang untuk seorang pengangguran yang terdesak, yang pilihannya justru membawanya pada dua penderitaan sekaligus: fisik dan hukum.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Bersihkan Area Kumuh di Bawah Tol Pettarani Usai Viral
Bocah 12 Tahun Tewas di Toilet Bangunan Kosong Makassar, Diduga Jadi Korban Pembunuhan dan Kekerasan Seksual
Crystal Palace Juara Conference League, Chelsea Absen dari Kompetisi Eropa Musim Depan
Fajar/Fikri Kalahkan Juara Malaysia Masters, Melaju ke Perempat Final Singapore Open 2026