Sekolah Rakyat Dicanangkan, Jawab Persoalan Anak Putus Sekolah

- Selasa, 06 Januari 2026 | 15:10 WIB
Sekolah Rakyat Dicanangkan, Jawab Persoalan Anak Putus Sekolah

Angka anak putus sekolah masih jadi persoalan serius. Menjawab itu, pemerintah akhirnya meluncurkan Sekolah Rakyat. Intinya sih, program ini menawarkan pendidikan gratis plus asrama buat anak-anak dari keluarga yang benar-benar kesulitan. Harapannya jelas: memutus mata rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi yang lebih berkualitas untuk masa depan Indonesia.

Gagasan ini, menurut Sekjen Kemensos Robben Rico, muncul dari kondisi di lapangan yang memprihatinkan. Penurunan angka kemiskinan dinilai masih lambat, sementara jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) tetap tinggi.

"Sebagian besar putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan tersebut melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif,"

ujar Robben dalam sebuah keterangan tertulis, Senin lalu.

Fase rintisan sudah dimulai sejak tahun ajaran 2025/2026. Mereka memanfaatkan dulu fasilitas negara yang sudah ada, lalu direnovasi. Baru nanti, pembangunan gedung khusus ditargetkan mulai pada 2026. Perluasan jangkauan programnya sendiri diharapkan rampung pada 2029. Untuk saat ini, sudah ada 165 sekolah rintisan yang beroperasi menyebar di berbagai daerah.

Di sisi lain, program ini bukan cuma sekadar bikin sekolah. Ada semangat yang lebih besar di baliknya, yakni mewujudkan kemajuan SDM seperti yang tercantum dalam Asta Cita. Sekolah Rakyat ingin jadi gerakan edukasi masif, agar semua pihak paham bahwa pendidikan setara itu penting dan mendesak. Tentu saja, ini kerja barengan. Peran aktif berbagai kementerian dan instansi lain sangat dibutuhkan supaya upaya pengentasan kemiskinan dan kebodohan ini bisa optimal.


Halaman:

Komentar