Menjelang sahur, suasana di Jalan Telaga Biru Parit 8 tiba-tiba ricuh. Bukan oleh dering alarm makan, tapi oleh raungan mesin motor yang dibawa kencang. Aksi balap liar itu pun segera dibubarkan Tim RAGA Polres Indragiri Hilir. Hasilnya? Empat belas unit sepeda motor diamankan petugas.
Operasi yang dipimpin langsung Kasat Lantas, AKP Ricky Marzuki, ini melibatkan gabungan personel. Mereka datang dari Satreskrim, Satintelkam, Tim RAGA, dan juga Polsek Tembilahan Hulu. Tujuannya jelas: mengamankan situasi.
Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, menjelaskan alasan penertiban ini. Menurutnya, langkah ini penting untuk meminimalisir pelanggaran dan mencegah kecelakaan di jalan raya. Terutama di waktu subuh, yang rawan dengan kejahatan jalanan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres Indragiri Hilir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan menjelang sahur dan subuh selama bulan suci Ramadan," tegas Farouk, Selasa (24/2/2026).
Dia menegaskan, balap liar sama sekali tak diberi ruang. Selain jelas melanggar hukum, aksi itu dinilainya sangat membahayakan, baik untuk pelaku sendiri maupun orang lain yang sedang menggunakan jalan.
"Kehadiran personel di lapangan adalah bentuk nyata perlindungan Polri kepada masyarakat," imbuhnya.
Di sisi lain, Kasat Lantas Ricky Marzuki punya penekanan lain. Baginya, penindakan ini bukan cuma soal tindakan tegas. Ada pendekatan edukatif yang coba diutamakan. Para remaja yang terlibat diajak bicara, diberi pemahaman soal risiko kecelakaan dan tentu saja, konsekuensi hukum yang bakal mereka hadapi.
"Untuk kendaraan roda dua yang kami amankan sebanyak 14 unit," ujar Ricky.
Dia juga menyisipkan imbauan. Kepada orang tua, dia meminta pengawasan lebih ketat. Untuk para pemuda, pesannya singkat: salurkan hobi otomotif di tempat yang tepat. "Jangan melanggar aturan. Keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa
Tiongkok Kirim Tim Medis Darurat dan Bantuan Kemanusiaan ke Kongo Tangani Wabah Ebola
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama