Analisis Data Ungkap Waktu Terbaik Pasang Iklan di Ramadan

- Selasa, 24 Februari 2026 | 14:00 WIB
Analisis Data Ungkap Waktu Terbaik Pasang Iklan di Ramadan

Ramadan sudah berjalan hampir seminggu. Kalau kamu yang punya usaha merasa belum juga kebagian ‘kue’ penjualan, jangan langsung panik. Percayalah, momen emas ini belum benar-benar berlalu. Masih ada waktu untuk mengejar, asal strateginya kita benahi.

Ya, bagi pelaku bisnis, Ramadan itu lebih dari sekadar bulan belanja masyarakat melonjak. Ini adalah periode kritis untuk menyelaraskan strategi pemasaran dengan ritme hidup konsumen yang berubah total. Pola konsumsi digital mereka bergeser, mengikuti waktu sahur, kerja, dan berbuka. Nah, di sinilah kuncinya: kalau kita tahu kapan mereka paling aktif dan ‘mood’-nya seperti apa, iklan kita nggak cuma numpang lewat. Bisa benar-benar nyantol dan berujung transaksi.

Jam-Jam Penting di Layar Mereka

Laporan Telkomsel Enterprise, DigiAds Ramadan Insight 2026, mengungkap pola yang menarik. Ternyata, ada waktu-waktu spesifik di mana engagement audiens melonjak jauh. Ini patut jadi acuan.

Pertama, waktu sahur (03.00-05.00). Jangan dikira sepi. Justru di jam-jam dingin ini, aktivitas digital naik lebih dari 87%. Orang-orang yang sudah bangun sahur seringnya membuka ponsel, menikmati konten ringan sebelum hari dimulai. Fokus mereka masih bagus, belum terpecah. Momen ini pas banget untuk membangun awareness brand dengan pesan singkat yang mudah diingat.

Kedua, siang hari (11.00-14.00). Saat jam istirahat kantor atau di sela menunggu waktu Ashar, orang mulai aktif lagi. Mereka browsing, cek media sosial, bahkan mulai serius membandingkan produk. Konten yang informatif dan edukatif misalnya soal manfaat produk atau testimoni biasanya lebih efektif di jam-jam ini.

Yang ketiga, dan ini prime time-nya: jelang buka puasa (16.00-19.00). Engagement paling tinggi terjadi di sini, terutama untuk urusan belanja dan hiburan. Audiens cenderung lebih impulsif dan responsif terhadap promo. Mereka mencari sesuatu untuk dibeli atau dijadikan hidangan berbuka. Strategi terbaik di slot ini? Berikan penawaran terbatas, diskon mendadak, dan call to action yang super jelas. Jangan bertele-tele.

Lalu, Siapa yang Paling Responsif?

Berdasarkan analisis terhadap jutaan klik, audiens dengan konversi tertinggi didominasi oleh masyarakat Muslim (94%). Secara generasi, Milenial menduduki porsi terbesar (39%), disusul Gen X (29%), dan Gen Z (23%).

Dari sisi geografis, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur jadi wilayah dengan engagement paling dominan. Karakter digital mereka cukup gamblang: mayoritas (58%) aktif di media sosial, dan cukup signifikan yang sudah nyaman berbelanja online atau menggunakan layanan keuangan digital.

Menurut sejumlah pelaku usaha, insight seperti ini penting banget. Bukan cuma untuk tahu siapa target kita, tapi juga untuk menempatkan iklan di waktu dan platform yang tepat.

Pada akhirnya, Ramadan seharusnya nggak cuma dilihat sebagai bulan promosi musiman belaka. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan emas untuk benar-benar memahami perilaku konsumen kita. Dengan data yang tepat tentang kapan mereka aktif dan apa yang mereka lakukan, kita bisa mengoptimalkan setiap tahapan dari sekadar dikenal sampai akhirnya mereka membeli.

(ANN)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar