Langit masih kelabu di atas Tapanuli Tengah, Senin lalu, ketika Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kerusakan pasca banjir bandang. Di tengah lumpur dan sisa-sisa reruntuhan, pesannya terdengar jelas: perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana, tapi kenyataan yang harus dihadapi. "Perubahan iklim harus kita hadapi dengan baik," tegasnya, menekankan peran vital pemerintah dalam menjaga lingkungan dengan penuh tanggung jawab.
Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu, menurutnya, adalah pengingat yang keras. Ia pun meminta seluruh jajarannya, dari pusat hingga daerah, untuk serius mengantisipasi kondisi lingkungan ke depan. "Mungkin yang di daerah-daerah juga semuanya harus siap," ucap Prabowo, menyerukan kewaspadaan kolektif.
Namun begitu, perhatiannya terhadap isu ini bukan hal baru. Beberapa hari sebelumnya, dalam Puncak Peringatan Hari Guru, Presiden sudah menyentil soal tantangan global ini. Ia bicara tentang pentingnya kesiapsiagaan bangsa menghadapi kerusakan lingkungan yang bisa memicu bencana.
Lalu, apa langkah konkretnya? Prabowo melihat pendidikan sebagai ujung tombak. Ia mendorong agar materi tentang lingkungan hidup ditambah dalam silabus sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
"Perlu kita tambah dalam mata pelajaran, juga kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita, menjaga hutan-hutan kita,"
katanya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa upaya pelestarian tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ini harus jadi gerakan bersama, dimulai dari hal-hal sederhana di setiap rumah. Prabowo menyerukan aksi nyata; mencegah pembabatan hutan, menjaga kebersihan sungai. Semua itu, katanya, adalah benteng alami menghadapi air yang bisa tiba-tiba datang.
"Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon, perusakan hutan-hutan. Sungai-sungai harus kita jaga agar bersih,"
imbuhnya. Pesannya sederhana namun mendesak: setiap warga punya peran. Ini usaha bersama.
Artikel Terkait
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung