Polisi sudah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kecelakaan di jalur mudik Lebaran mendatang. Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyebut titik-titik berbahaya atau black spot itu akan jadi fokus utama dalam Operasi Ketupat 2026.
“Data titik krusial tempat kejadian kecelakaan, atau black spot, sudah kami miliki,” ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
“Hampir semuanya jadi prioritas. Baik di jalan tol, jalan arteri, sampai jalan-jalan yang mengarah ke tempat wisata.”
Menurutnya, titik-titik itu tersebar luas. Tak cuma di tol, tapi juga di jalan nasional dan arteri yang kerap padat saat musim mudik. Untuk mengantisipasinya, pos pengamanan dan pelayanan sudah disiagakan di lokasi-lokasi rawan tersebut.
“Di titik-titik krusial itu, terutama yang sering terjadi kecelakaan, sudah kita dirikan pos. Ada pos pengamanan, pos pelayanan, bahkan pos terpadu,” jelasnya.
Agus lantas menyinggung hasil operasi tahun sebelumnya. Ternyata, Operasi Ketupat 2025 cukup efektif. Angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 31 persen. Yang lebih menggembirakan, angka kematian korban kecelakaan turun signifikan, mencapai 51 persen.
“Evaluasi menunjukkan, Operasi Ketupat 2025 berhasil menurunkan kejadian kecelakaan sebesar 31% dan menekan fatalitas korban hingga 51%,” beber Agus.
Dengan capaian itu, Korlantas kini menekankan kolaborasi. Kerja sama lintas kementerian dan lembaga dinilai kunci untuk menyukseskan operasi tahun ini, yang mengusung tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Berbagai instansi, dari kementerian terkait hingga Mabes Polri, diklaim telah menyiapkan langkah antisipatif.
“Kata kunci sukses di 2026 adalah kolaborasi. Dari kementerian, Mabes, sampai lembaga lain, semua sudah menyiapkan dan mengevaluasi langkah ke depan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Operasi Ketupat punya makna lebih luas.
“Operasi ini bukan sekadar urusan lalu lintas atau pengamanan arus mudik dan balik. Ini bentuk kehadiran negara. Negara menjamin dan mengamankan momentum sosial dan spiritual masyarakat, dari Ramadan, Idul Fitri, sampai hiruk-pikuk seusainya. Semua harus aman dari kriminalitas dan tertib lalu lintasnya,” sambung Irjen Agus.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu
Pencairan PKH Tahap II 2026 Dimulai, Pemerintah Percepat Jadwal Demi Efisiensi Data
Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027-2029
BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu Agen, Volume Transaksi Capai Rp3,52 Triliun