MURIANETWORK.COM – Dalam satu hari yang sama, empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, serentak mengundurkan diri. Kejadian langka ini tentu saja memantik pertanyaan besar. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pasar modal kita?
Menurut Noval Adib, ekonom dari Universitas Brawijaya, ini bukan sekadar pergantian pejabat biasa. Ada aroma persoalan struktural yang berat, terutama terkait isu free float yang tenggat waktunya semakin dekat.
“Saya curiga para petinggi yang mundur itu karena sadar mereka nggak bakal mampu menyelesaikan masalah free float ini sampai tenggat Mei nanti,” ujar Noval kepada RMOL, Sabtu (31/1/2026).
Ia melanjutkan, “Karena mereka tahu medannya seperti apa, tekanan-tekanan yang diterima seperti apa.”
Di sisi lain, Noval mengakui bahwa para pejabat yang mundur itu adalah orang-orang profesional yang sudah lama berkutat di dunia keuangan. Tapi rupanya, tekanan yang ada akhirnya membuat mereka memilih untuk angkat kaki.
“Sebetulnya mereka yang mundur-mundur itu orang profesional, tapi lha kok mundur juga,” imbuhnya dengan nada heran.
Peristiwa ini, lanjut Noval, akan menjadi ujian serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Proses mencari pengganti tidak boleh dianggap remeh.
“Ini tugas berat untuk Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya untuk mencari pengganti mereka yang mundur itu dengan orang yang sama kompetennya atau kalau bisa lebih kompeten,” tegasnya.
Peringatannya keras. Jika pengisian jabatan nanti tidak dilakukan secara profesional dan malah diwarnai kepentingan, akibatnya bisa fatal bagi pasar modal.
“Kalau penggantinya ponakan-ponakan Prabowo yang lain sejenis Thomas Djiwandono (di BI) sudah jelas nasib pasar modal Indonesia nanti akan seperti apa,” tandas Noval tanpa tedeng aling-aling.
Rangkaian pengunduran diri itu dimulai dari Dirut BEI Iman Rachman. Tak lama berselang, menyusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Aditya Jayaantara.
Gelombang mundur itu belum berhenti. Pada Jumat malam, 30 Januari 2026, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga ikut menyatakan mundur. Suasana di sektor keuangan pun terasa makin mencekam.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu