Pasar saham Indonesia menutup hari Rabu (21/1/2026) dengan suasana muram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 124,37 poin, atau setara dengan 1,36 persen, hingga bertengger di level 9.010,33. Pelemahan ini menandai akhir perjalanan yang berliku sepanjang hari.
Perdagangan hari ini sendiri cukup bergejolak. IHSG sempat mencicipi level tertinggi di 9.105, tapi tak bertahan lama. Tekanan jual yang kuat justru mendorongnya hingga ke dasar di 8.977 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih baik. Pergerakannya benar-benar seperti roller coaster.
Kalau dilihat dari jumlah saham yang bergerak, gambaran suramnya makin jelas. Hanya 191 saham yang berhasil naik, sementara yang terkapar di zona merah jauh lebih banyak: 569 saham. Ada juga 198 saham yang cuma diam di tempat, seolah menunggu situasi lebih tenang.
Transaksi terjadi cukup sibuk, dengan volume mencapai 57,49 miliar saham dan nilai Rp34,05 triliun. Frekuensinya pun tinggi, nyaris 4 juta kali perdagangan. Meski begitu, semua kegaduhan itu justru menggerus kapitalisasi pasar menjadi Rp16,375 triliun.
Dari sisi sektor, hampir semua papan indeks berwarna merah menyala. Hanya ada dua penyelamat: sektor konsumer nonsiklikal yang nekad naik 0,58 persen dan sektor bahan baku yang merangkak naik tipis 0,14 persen. Selain itu, suasana benar-benar suram.
Namun begitu, di tengah pelemahan luas, selalu ada cerita menarik tentang saham-saham pemberani. Tiga saham yang jadi bintang hari ini, atau top gainers, menunjukkan kinerja fantastis. Pimpinannya adalah Sinergi Inti Plastindo (ESIP), yang melesat 34,52 persen ke harga Rp113.
Di belakangnya, Trisula Textile Industries (BELL) nyaris menyamai dengan kenaikan 34,46 persen ke Rp199. Indal Aluminium Industry (INAI) juga tak kalah perkasa, melambung 34,41 persen ke level Rp250.
Di sisi lain, daftar top losers diwarnai oleh saham-saham besar. United Tractors (UNTR) terpukul paling dalam, ambles 14,93 persen ke Rp27.200. Indo Premier Investment Management (XISB) dan Repower Asia Indonesia (REAL) juga ikut terpuruk, masing-masing melemah lebih dari 14 persen.
Pada akhirnya, Rabu ini menjadi hari yang cukup berat bagi investor. Sentimen lesu jelas mendominasi, meninggalkan pertanyaan tentang apakah besok akan ada angin segar atau justru tekanan jual masih berlanjut.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi, Targetkan Perluasan ke Sektor Pertanian dan Perikanan
Wall Street Berakhir Mixed di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran, Saham Intel Melonjak 24,5 Persen
Wall Street Mixed di Tengah Harapan Baru Negosiasi AS-Iran dan Lonjakan Saham Intel
Wall Street Bergerak Mixed di Tengah Harapan Baru Negosiasi AS-Iran, Intel Melonjak 24,5 Persen