Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN) terus mengembangkan penyelidikan kasus dua warga negara Rusia yang kedapatan membawa hashish ke Bali, dan dalam prosesnya justru menjaring sepuluh warga negara Indonesia yang terbukti positif menggunakan narkotika. Pengembangan kasus ini bermula dari informasi yang diperoleh BNN dari pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, yang kemudian mendorong tim untuk melakukan pemantauan terhadap kedatangan sejumlah penumpang dari Bangkok pada Senin (8/6) sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas mengidentifikasi 14 penumpang WNI untuk menjalani tes lebih lanjut. Hasilnya, sepuluh orang dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan zat adiktif berdasarkan tes urine awal. “Sepuluh orang dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan/atau zat adiktif berdasarkan tes urine awal, meliputi metamfetamina, THC, amfetamina, kokain, dan zat lainnya,” demikian keterangan resmi BNN pada Rabu (10/6/2026). Sementara itu, empat orang lainnya dinyatakan negatif setelah pemeriksaan urine.
Kesepuluh penumpang yang positif tersebut berinisial M.M, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA. Mereka langsung dibawa ke Kantor BNN RI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat petugas memeriksa barang bawaan, ditemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga kuat sebagai ketamin di dalam koper milik salah satu tersangka berinisial HP.
“Saat pemeriksaan barang bawaan, petugas menemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga ketamin pada koper milik HP. Ketamin bukan tergolong narkotika, namun petugas tetap melakukan pendalaman dan uji laboratorium,” jelas pernyataan BNN.
Setelah melalui proses asesmen dan gelar perkara, kesepuluh orang tersebut dikategorikan sebagai penyalah guna narkotika kategori ringan atau coba pakai. Langkah yang diambil BNN adalah merehabilitasi mereka secara rawat jalan di Klinik IPWL BNN RI Cawang, serta mewajibkan mereka untuk melapor secara berkala.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD di Pesisir Barat Lampung, Dorong Pengelolaan Transparan dan Profesional
Pramono Pastikan Subsidi Bus TransJabodetabek Tak Dihapus Meski Tarif Dievaluasi
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil Listrik BYD di Pulogebang Jakarta Timur
Menlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional dan Peringatkan AS untuk Tidak Intervensi