Irjen Agus Suryonugroho Ukir Prestasi di detikcom Awards 2025 Gara-Gara Inovasi Digital

- Rabu, 26 November 2025 | 16:05 WIB
Irjen Agus Suryonugroho Ukir Prestasi di detikcom Awards 2025 Gara-Gara Inovasi Digital
Penghargaan untuk Transformasi Digital Korlantas Polri

Irjen Agus Suryonugroho Raih Penghargaan untuk Transformasi Layanan Publik

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, baru saja menerima penghargaan bergengsi dari detikcom Awards 2025. Penghargaan ini diberikan khusus untuk kategori Tokoh Penggerak Digitalisasi Layanan Publik dan Keselamatan Lalu Lintas. Acara penganugerahan berlangsung di The Westin Jakarta, pada suatu Selasa di akhir November 2025.

Pencapaian ini bukan datang tiba-tiba. Semuanya berangkat dari arahan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mendorong transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tubuh Polri. Atas dasar itulah, Irjen Agus dan jajarannya di Korlantas bekerja keras.

Dia pun dengan rendah hati mempersembahkan penghargaan ini untuk seluruh anggota Korlantas. Tujuannya jelas: agar motivasi untuk melayani masyarakat dengan ikhlas semakin membara.

Inovasi yang Diakui

Lantas, apa saja yang membuat mereka layak dapat apresiasi? Intinya, Irjen Agus dinilai berhasil mengubah total tata kelola layanan Korlantas. Hasilnya? Layanan menjadi jauh lebih cepat, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Semua itu diwujudkan lewat sebuah ekosistem digital yang memadukan berbagai layanan vital dalam satu platform.

Beberapa terobosan digital yang menjadi pilar penghargaan ini antara lain:

E-TLE yang Dioptimalkan. Sistem Electronic Traffic Law Enforcement ini diperluas jangkauannya ke banyak daerah. Tujuannya, agar penegakan hukum lalu lintas bisa lebih objektif dan benar-benar berbasis data, bukan sekadar perasaan.

Kemudian ada beberapa aplikasi layanan digital yang diluncurkan dan diperkuat. SIGNAL (Samsat Digital Nasional) dan SINAR (SIM Nasional Presisi) adalah dua contoh nyata. Dengan aplikasi ini, masyarakat jadi lebih mudah memperpanjang SIM atau mengurus pajak kendaraan secara online, tanpa harus antre lama.

Yang tak kalah penting adalah soal keamanan data. Di sini, Korlantas mengimplementasikan e-BPKB dan sistem ERI (Electronic Registration and Identification). Sistem ini memperkuat integrasi dan tentu saja, keamanan data kendaraan milik masyarakat.

Sebuah Motivasi, Bukan Hanya Piala

Saat naik ke panggung untuk menerima penghargaan, suasana terasa hangat. Irjen Agus membuka sambutannya dengan sebuah pantun, mencairkan suasana. Dia menyampaikan terima kasih yang mendalam.

"Terima kasih atas penghargaan ini, kami sangat mengucapkan apresiasi kepada detik dan tentunya kami sangat terima kasih kepada Bapak Kapolri yang selalu memberi semangat untuk merevitalisasi digital sehingga Polri bisa melayani masyarakat dengan modern, adaptif, dan tentunya Polri akan selalu semangat karena motivasi daripada detikcom hari ini,"

Namun begitu, dia menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah garis finis. Justru sebaliknya, ini adalah cambuk semangat. Selain fokus pada teknologi, Agus mengingatkan jajarannya untuk tidak melupakan pelayanan yang humanis di lapangan. Program 'Polantas Menyapa' yang digagasnya adalah bukti nyata dari komitmen itu, dan program itu akan terus digencarkan.

Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: mendukung program Presisi Polri dan visi besar Indonesia Emas 2045.

Dari Mana Semua Ini Bermula?

Sebenarnya, apa yang mendorong transformasi besar-besaran ini? Menurut Irjen Agus, ini adalah sebuah keniscayaan. Pelayanan publik harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat yang begitu dinamis.

Bayangkan saja, jumlah kendaraan terus bertambah, aktivitas di perkotaan makin padat, dan tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat dan transparan tidak bisa lagi diabaikan. Digitalisasi dipilih sebagai jawabannya, sebuah cara untuk memperbaiki tata kelola dan menghadirkan layanan yang lebih akurat dan akuntabel.

Prosesnya berjalan bertahap. Tahap awal difokuskan pada penyatuan data kendaraan lewat sistem ERI. Sistem ini menjadi pusat identifikasi yang mendukung segala urusan administrasi dan penegakan hukum. Dengan data yang rapi, integrasi antara data kepemilikan, pajak, dan riwayat pelanggaran bisa dilakukan dengan lebih smooth.

Di tengah jalan, tentu ada tantangan. Mulai dari standar di lapangan yang belum seragam hingga akses informasi yang belum merata. Tapi justru dari sinilah peta digitalisasi yang lebih terstruktur akhirnya disusun.

SIM dan BPKB Kini Ada di Ujung Jari

Setelah fondasi data kuat, Korlantas mulai memperluas ekosistem layanannya. Masyarakat kini bisa mengakses berbagai layanan penting langsung dari genggaman tangan.

Perpanjangan SIM, contohnya, sudah bisa dilakukan lewat aplikasi yang mencakup puluhan Satpas di berbagai daerah. Layanan pengesahan kendaraan juga diperkuat dengan integrasi yang menyesuaikan kebijakan pemda, menggunakan mekanisme API untuk memastikan data selalu sesuai.

Bahkan untuk kalangan bisnis, Korlantas menyediakan fitur khusus yang memudahkan verifikasi kendaraan badan usaha. Keamanan dokumen pun ditingkatkan dengan e-BPKB dan digitalisasi arsip kepemilikan kendaraan, mempermudah penelusuran data di mana pun.

Merambah ke Penanganan Kecelakaan

Transformasi digital Korlantas ternyata tidak berhenti di urusan administrasi biasa. Mereka juga menyentuh hal-hal yang lebih krusial, seperti penanganan kecelakaan lalu lintas.

Lewat Sistem SP2HP Online, informasi tentang penanganan perkara kecelakaan bisa diakses masyarakat dengan lebih jelas. Transparansi ditingkatkan.

Di sisi lain, pelayanan Samsat juga diperkuat dengan menyelaraskan proses registrasi, identifikasi, dan penegakan hukum. Dengan semua proses teknis yang terhubung ini, pelayanan menjadi lebih teratur dan pengawasan di lapangan pun jauh lebih efektif.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar