“Kinerja positif ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perusahaan, baik dari sisi manajemen risiko, efisiensi operasional, maupun pengembangan bisnis yang lebih berkualitas. Kami optimis tren positif ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujar Hari Purnomo.
Dia menegaskan, capaian ini adalah hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis dan penguatan tata kelola. Bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Di sisi lain, posisi keuangan perusahaan makin kuat dengan penghasilan komprehensif yang mencapai Rp161,69 miliar. Aspek kepatuhan pun tak ketinggalan. Laporan keuangan 2025 mereka diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini sinyal kuat soal transparansi dan akuntabilitas mereka.
Belum cukup di situ, Jamkrindo Syariah juga disebut telah memenuhi ketentuan regulator untuk Gearing Ratio, sesuai POJK Nomor 11 Tahun 2025. Komitmen menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha benar-benar dijalankan.
Lantas, apa rencana ke depannya? Perusahaan ini bertekad memperkuat perannya dalam mendukung sektor produktif, terutama UMKM. Mereka juga ingin memperluas kontribusi di ekosistem keuangan syariah nasional. Caranya? Tentu dengan menyediakan layanan penjaminan yang tidak hanya profesional dan berdaya saing, tetapi juga amanah.
Melihat langkah-langkah yang sudah dan akan diambil, masa depan mereka tampak cukup cerah.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor